Kolaborasi Menuju Buteng yang Berkah

350
 

Labungkari, Inilahsultra.com – HUT ke-6 Kabupaten Buteng kali ini mengusung tema ‘Kolaborasi Menuju Buteng yang Berkah’. Tema yang diusung Pasangan Bupati Buteng Samahuddin dan Wakil Bupati Buteng La Ntau itu hendaknya menginspirasi semua pihak untuk bersama-sama mengukir dan memaknai sejarah kehidupan dan kebangkitan kembali Kabupaten Buteng dalam rangka meraih kemajuan dan kemandirian masyarakat.

Konsistensi dua putra daerah yang berjargon Samatau untuk membangun tanah kelahirannya tak perlu diragukan lagi. Sejak dilantik menjadi pemimpin eks Kesultanan Buton, pada 2017 lalu, tangan dingin keduanya telah membawa perubahan dan kemajuan besar bagi masyarakat Buteng.

- Advertisement -

Tepat Kamis 23 Juli 2020, di Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buteng acara seremonial upacara peringatan hari lahir Buteng yang genap berusia enam tahun digelar tak semeriah sebelumnya. Kesederhanaan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 menjadi patokan utama.

Kata Samahuddin, saat ini di usia enam tahun Buteng bagaikan anak balita yang baru belajar berjalan yang masih membutuh dukungan dari seluruh lapisan elemen dalam mewujudkan program cita pembangunan.

Dengan bermodalkan visi Kabupaten Buteng yang berkah atau bersih, sejahtera, produktif, agamis dan harmonis, inilah yang kemudian menjadi titik capaian dari seluruh rangkaian prosesi pembangunan sejak mereka dilantik menjadi bupati definitif pertama di Buteng memulai pemerintahan ini tiga tahun sudah.

Bupati Buteng H Samahuddin saat menerima perjanjian kerjasama dengan BPJS Kesehatan, Kamis 23 Juli 2020.

Kata dia, program dan kegiatan yang dilaksanakan satuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui pendekatan bidang-bidang teknis sudah mulai dirasakan manfaatnya.

“Program pembangunan terwujud berkat konsitensi dan kolaborasi semua pihak yang memiliki cita-cita sama membangun daerah tanah lahir kita,” ungkapnya

Selamat tiga tahun memimpin, Samahuddin mulai melakukan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Mulai dari rehabilitasi sekolah, hingga peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik dan tenaga pendidik.

“Pemberian bantuan kepada siswa dalam bentuk bantuan siswa berprestasi lewat program Cerdas SamaTau dan pembangunan gedung kesenian,” bebernya.

Hingga leading sektor kesehatan, karya nyata kepemimpinan Samatau terus melakukan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, mulai dari penurunan angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi baru lahir, peningkatan mutu layanan kesehatan melalui peningkatan dan kapasitas RSUD, Puskesmas, Poskesdes, Polindes, maupun seluruh Posyandu.

Selanjutnya, peningkatan infrastruktur daerah, mulai dari peningkatan jangkauan dan kualitas infrastruktur jalan yang diarahkan pada kawasan potensi ekonomi, pembangunan dan revitalisasi infrastruktur pedesaan dan perkotaan.

Penataan Simpang Lima Labungkari sebagai pusat pemerintahan dan icon daerah.

“Pembukaan kawasan tersebut masih dalam proses pekerjaan dan menuju kawasan perkantoran kedepannya,” jelasnya.

Peningkatan kondisi jalan di Buteng merupakan perhatian utama H. Samahuddin. Dari total ruas panjang jalan 284,96 kilometer secara bertahap telah diselesaikan dengan menggunakan alokasi dana APBD dan APBN serta melaui DAK.

Hasilnya telah rampung dengan status kondisi jalan baik sepanjang 153,60 kilometer atau 53,90 persen dari sebelumnya hanya 20 persen kondisi baik. Kondisi jalan sedang sepanjang 9,20 kilometer atau 3,23 persen, kondisi jalan rusak ringan sepanjang 18,29 kilometer atau 18 persen dan kondisi jalan rusak berat sepanjang 70,4 kilo meter atau 24,58 persen.

Terkait dengan pemenuhan air bersih enam tahun mekar dari Kabupaten Buton induk di era kepemimpinannya La Ramo sapaan akrab Samahuddin itu telah dibentuk Perumdam Oena Lia sebagai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Hingga Penataan kawasan peti kemas kontainer Waara sebagai pintu masuk perekonomian Buteng tengah digenjot.

Tahun 2019 lalu, SamaTau juga telah membangun 30 unit pasar umum dan tradisional, sehingga jumlah pasar meningkat sebesar 200 persen.

Untuk menunjang perekonomian masyarakat dan menunjang perokonomian di sektor pariwisata, pemerintah daerah memanfaatkan industri kecil dan UKM untuk menunjang sektor pariwisata dan perdagangan dalam rangka mempercepat pemberantasan kemiskinan dan penurunan tingkat pengangguran.

Disisi pendapatan daerah, pada tahun 2019 mencapai Rp 617,3 miliar meningkat menjadi Rp 668,8 miliar pada 2020. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2019 mencapai Rp 14,5 miliar berhasil meningkat menjadi Rp 18,1 miliar pada 2020.

Diera Kepemimpinan mereka tak sedikit pula mendapatkan prestasi yang bergengsi. Bupati dan Wakil Bupati Buteng, H. Samahuddin-La Ntau diantaranya, Kabupaten Buton Tengah mendapatkan nilai tertinggi diantara 17 kabupaten kota se-Sultra dalam hal pelaksanaan akuntabilitas keuangan yakni Predikat Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) sebanyak tiga kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia dari tahun 2018 sampai 2020.

“Ini merupakan kebahagiaan tersendiri dan keberhasilan kita semua. Ini adalah semua doa dan kerjsama semua masyarakat. Alhamdulillah kita tiga kali berturut-turut WTP,” kata Bupati H. Samahuddin.

Lalu ada penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM RI kepada Kabupaten Buteng sebagai kabupaten peduli HAM. Selanjutnya penghargaan dari Kemendagri atas capaian evaluasi daerah otonom baru dengan kategori baik.

Keempat piagam penghargaan dari Gubernur Sultra, H. Ali Mazi tentang kesuksesan membina program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yaitu P3MD di Kabupaten Buteng. Selanjutnya penghargaan dari Kapolda Sultra sebagai warga kehormatan Korps Brimob RI.

Keenam juara satu tingat provinsi dalam lomba P2WKSS sebanyak tiga kali yang diikuti seluruh kabupaten kota di Sultra. Ketujuh juara satu lomba desa tingkat provinsi, dimana Buteng selalu unggul diantara kabupaten kota lainnya di tiga tahun terakhir.

“Salah satunya Desa Lalibo yang mewakili Sultra di tingkat nasional. Ini merupakan kemajuan terbesar dalam sejarah desa dalam cakupan Gulamasta,” katanya.

Lalu dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Kabupaten Buteng selalu berprestasi dan membaggakan. Dari tahun 2018 sampai 2019 selalu mewakili Sultra dan mendapat juara tiga di tingkat nasional.

“Ada pula penghargaan dari insan pers sebagai tokoh pembangunan di jazirah Sultra dan banyak lagi penghargaan yang memacu kami untuk giat bekerja untuk Buteng yang berkah,” katanya.

Namun dalam suksesnya pembangunan Buteng tidak luput juga dari dukungan para pendiri dan tokoh pemekaran saat itu. Samahuddin percaya bila pembangunan Buteng dapat sejajar dengan daerah lain di Sultra berkat jasa para pendiri daerah.

Bupati Buteng H Samahuddin berpose bersama dengan Muspika dan mantan Bupati Buton LM Sjafei Kahar pada rangkaian HUT Buteng ke 6, Kamis 23 Juli 2020.

“Jasa pendiri daerah ini sangatlah besar. Saya pribadi mengucapkan terima kasih sehingga Buteng bisa menjadi maju dan sejajar dengan daerah lain utamanya di Sultra,” katanya.

Dimomen HUT Buteng Samahuddin mengajak masyarakat untuk berupaya bersama mendesain atau merancang sebuah formula masa depan berdasarkan realita dan dinamika kekinian, tanpa melupakan nilai-nilai dan peristiwa bersejarah di masa lalu. (ADV)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...