Prediksi Final Liga Champions 2020 Bayer Munchen Vs PSG dan Sejarah Sepak Bola Dunia

768
 

Kendari, Inilahsultra.com Final Liga Champions 2020 kali ini bakal berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Laga puncak sepak bola klub terbaik di Benua Biru yang mempertemukan Bayer Munchen vs Paris Saint-Germain (PSG) akan berlangsung tanpa penonton karena di tengah pandemi covid-19.

- Advertisement -

Laga final antara Bayer Munchen vs Paris Saint-Germain (PSG) akan digelar di Stadion Da Luz, Lisbon, Senin 24 Agustus 2020 sekitar pukul 03.00 WITA dini hari nanti.

Salah satu pelatih sepak bola di Sulawesi Tenggara Abdul Hamdan menyebut, final kali ini adalah sejarah dalam dunia persepakbolaan.

“Tanpa ada penonton, dan pemain serta jajaran official menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” katanya, Minggu 23 Agustus 2020.

Sebagai mantan atlet sepak bola, kata Hamdan, dukungan suporter dalam setiap pertandingan sangat penting dalam memacu rasa percaya diri pemain.

Namun dengan tidak adanya penonton ini, maka salah satu pemicu semangat kedua tim adalah pembuktian siapa yang terbaik dan tercatat dalam sejarah sepak bola dunia ini.

“Final Liga Champions Eropa banyak dinantikan. Sebab, di semua klub Eropa bermain pemain top dunia. Boleh dikata, kiblat sepak bola itu ada di Eropa untuk saat ini,” katanya.

Final Liga Champions 2020 mempertemukan dua klub papan atas Eropa yang sama-sama menjadi juara liga domestik di negaranya masing-masing.

Les Parisiens, julukan PSG, merupakan juara Liga Prancis. Sementara Die Roten julukan Bayer Munchen, merupakan juara Liga Jerman.

Bagi PSG, menapak final Liga Champions adalah sejarah baru sejak keikutsertaannya di kompetisi Eropa. Sementara Bayer Munchen sudah mengoleksi lima gelar juara di klub papan atas kasta Eropa ini. Kali terakhir, Bayer menjadi juara pada musim 2012-2013 saat diarsiteki Jupp Heynckes.

Bentrok antar-kedua klub besar ini akan menarik di tengah taburan pemain berpengalaman dan pemain muda yang dimiliki kedua tim. Tentu laga kali ini akan disaksikan di depan layar kaca oleh berbagai kalangan, tak terkecuali di Sultra.

Inilahsultra.com merangkum prediksi laga final Bayer Vs PSG dari para pecinta sepak bola dengan latar belakang pekerjaan, mulai dari akademisi, pelatih sepak bola, politikus, birokrat hingga pegiat olahraga.

Muh Zamrun Firihu (Rektor Universitas Halu Oleo Kendari)

Zamrun menjagokan Bayer Munchen. Sebab, ia melihat pemain-pemain yang berkecimpung di Klub Jerman selalu seperti mesin diesel. Semakin lama semakin panas.

“Saya menjagokan 3-1 untuk Bayern,” kata Zamrun.

Abdul Hamdan (pelatih sepak bola)

Sebagai seorang pelatih, dari formasi tim, Hamdan lebih menjagokan PSG karena dihuni pemain berkelas. Seperti Neymar, Kliyan Mbape dan palang pintu Thiago Silva. Selain itu, ambisi klub Prancis itu untuk menguasai Eropa setelah menjadi jawara antar-negara Benua Biru di Piala Eropa.

“Saya prediksi kemenangan PSG atas Bayer skor 2-1. Di sana ada Angel Di Maria yang assisnya di atas rata-rata pemain lain,” katanya.

Isnain Kimi (Pelatih Karate)

Bayer Munchen merupakan klub yang punya pengalaman di Liga Champions Eropa. Sehingga dengan mental juara bisa menyudahi pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas PSG.

“Kedua tim sama-sama pemain bintang. Tapi bicara mental, Bayer juaranya,” jelas Isnain.

Muh Tir (Kapolsek Talaga Raya Polres Baubau)

Neymar punya peran besar dalam kemenangan Paris Saint-Germain. Prediksi kemenangan mencolok 3-1 untuk PSG.

“Neymar semakin nyaman bermain di PSG, kemudian Mbape akan memberikan yang terbaik karena ada beberapa rumor dia akan pindah ke Madrid,” katanya.

Amiruddin (Politikus Gerindra)

Bayer Munchen klub paling berbahaya saat ini. Buktinya mampu menggunduli Barcelona dengan skor telak 8-2. Barcelona bukan klub sembarangan di kancah Eropa dan Dunia. Tapi Bayer mampu menunjukkan bahwa mereka yang terbaik.

“PSG ini klub yang pernah dikalahkan Barca. Jadi, Bayer akan gampang mengalahkannya. Saya prediksi skor 3-1 untuk kemenangan Bayer Munchen,” katanya.

Tahir Kimi (Sekretaris Umum KONI Sultra)

Faktor stiker Robert Lewandowsky masih memiliki keinginan besar untuk mencetak di gawang PSG. Di lain sisi Muler juga mulai  bangkit dan cendrung percaya diri.

“Dan juga keberuntungan Serge Gnabry tumbangkan Lyon. Munchen juara tahun ini. Skornya 3-1,” katanya.

Saddil Ramdani (Pemain Timnas Indonesia)

Saddil menjagokan PSG sebagai juara meskipun tak menyebut berapa skor kemenangan Les Perisiens itu.

Prediksi ini hanya perkiraan atas pandangan pribadi narasumber. Hasil yang menentukan adalah tingkat agresifitas kedua tim dalam memanfaatkan peluang.

Penulis : Pandi

Koreksi jabatan Muh Tir sebelumnya ditulis Kapolsek di Buton harusnya Kapolsek Talaga Raya Polres Baubau. 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...