Satu Tahun di Senayan, Banyak Hal Telah Dilakukan Senator Sultra Wa Ode Rabia

667
 

Kendari, Inilahsultra.com Tepat hari ini, 1 Oktober 2020, Wa Ode Rabia Al Adawia dilantik sebagai senator DPD RI asal Sulawesi Tenggara.

Pada Pemilu 17 April 2019 lalu, Rabia berhasil melenggang ke senayan menempati posisi ketiga setelah Hj. Andi Nirwana dan Amirul Thamim dengan total perolehan
62.051 suara.

- Advertisement -

Dalam satu tahun masa kerjanya, perempuan kelahiran Kendari, 02 September 1989 langsung menunjukan kualitas politiknya, selain dapat masuk pada komite II DPD RI Wa Ode Rabia juga dipercayakan untuk menjadi Pimpinan Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI sebagai wakil ketua.

Di Bidang Legislasi, Rabia tercatat sebagai salah satu Anggota Panitia Perancang UU (PPUU) DPD-RI telah membahas dan
melakukan penkajian terhadap RUU Badan Usaha Milik Desa, tahapannya telah sampai ke inventarisasi materi Usulan Program Legislasi Nasional Prioritas Tahun 2021.

Di bidang pengawasan, Rabia juga telah melaksanakan tugasnya di setiap reses di daerah pemilihannya di Sultra.

Pada reses masa sidang I, Rabia turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan beberapa undang-undang. Begitu pula di reses masa sidang II dan III Rabia turut memantau dan mengawasi sejauh mana progres pelaksanaan undang-undang di daerah.

Pada masa reses empat, ia melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ia juga turut menanam ribuan pohon mangrove di Teluk Kendari dan sebagian dibagikan ke Muna.

Dalam reses ini, Rabia banyak menyerap aspirasi dan beberapa proposal telah diteruskan ke kementerian terkait.

“Berkait program sosial, kami ikut bepartisipasi dalam penanganan wabah pandemi Covid-19 dengan memberikan bantuan 10.000 nasker bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Memberikan bantuan APD bagi 3 RS rujukan di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu RS Bahteramas, RSUD Raha dan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Baubau,” kata Rabia.

Ia juga turut memberikan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak covid di beberapa wilayah Kota Kendari, kemudian pemberian bantuan sembako bagi korban banjir di Kabupaten Konawe dan Konawe Utara, pemberian bantuan bibit jagung bagi beberapa kelompok tani di Kabupaten Muna Barat, pemberian bantuan beasiswa melalui program Indonesia Pintar (PIP) bagi pelajar di beberapa Kabupaten di Sulawesi Tenggara.

“Serta program penyelamatan lingkungan hidup. Kerjasama penanaman 2.020 pohon mangrove di Kota Kendari (Kerjasama dengan BPDAS-HL Sulawesi Tenggara). Kerjasama penanaman 10.000 pohon melalui penanaman mangrove, pohon jati, dan pemberian bibit gratis kepada masyarakat (Kerjasama dengan BPDAS-HL Sulawesi Tenggara). Pemberian bantuan alat pengolahan sampah di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara yang bersumber dari bantuan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tuturnya.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...