Seleksi Direktur PDAM Diduga Tak Transparan dan Ada Nepotisme

400
 

Kendari, Inilahsultra.com – Peserta seleksi Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) memprotes hasil seleksi yang dilakukan panitia.

Salah satu peserta seleksi, Budi Amin menyebut, dalam seleksi Dirut PDAM Kota Baubau tidak dilakukan secara transparan.

- Advertisement -

Harusnya, kata dia, setiap tahapan, nilainya diumumkan langsung dan kemudian dirangking agar peserta seleksi puas dengan nilai yang diperoleh.

Ia mengungkapkan, dari sembilan nama yang ikut seleksi, tiga nama dinyatakan lolos dan mengikuti tahapan berlanjutnya.

“Kami merasa sedikit janggal dari pengumuman itu, karena dari tahap pendaftaran sampai tahapan persentase indikator penilaian tidak jelas. Harusnya di setiap seleksi nilainya dikeluarkan dan dilakukan perengkingan, biar jelas,” ucap Budi Amin, saat ditemui di Kendari, Senin 12 Oktober 2020 malam.

Budi Amin melanjutkan, seleksi ini sarat dengan nepotisme. Sebab, dalam daftar nama yang lolos tiga besar ada keluarga dari Wali Kota Baubau.

Amin menganggap, kinerja pansel tidak akuntabel. Untuk itu, Amin meminta kepada Komisi I DPRD Kota Baubau membentuk Tim Panitia Khusus (Pansus) untuk memanggil tim seleksi ini.

“Saya menduga ada permainan, semoga DPRD kota Baubau bisa menyelidiki soal ini. Jika dimungkinkan, seleksi ini harus diulang dan diseleksi secara transparan dari tahapan pertama,” tekannya.

Peserta lain Alamsyah menuturkan, sejak awal, ia berharap seleksi berjalan sesuai aturan. Tapi kenyataannya panitia tidak transparan.

“Penilaian harus dilakukan secara obyektif, ini tidak transparan tiba-tiba muncul tiga nama itu,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, satu nama dari tiga orang yang lolos dan akan mengikuti tahapan selanjutnya itu  merupakan keponakan Walikota Baubau.

“Ada faktor nepotisme, karena tidak ada transparansi dalam seleksi itu. Kita selidiki mencari fakta-fakta yang ada baru melakukan melakukan peninjauan untuk mengambil langkah ke depannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, panitia seleksi (Pansel) Direktur PDAM Baubau mengumumkan tiga nama calon Direktur PDAM, Senin 12 Oktober 2020.

Tiga nama yang diumumkan ini yang dinyatakan lolos tiga besar dari sembilan peserta berdasarkan hasil akumulasi nilai tes tertinggi.

Masing-masing, Adenan Muhudi, Jemmy Hersandi, dan Ardi. Mereka ditetapkan berdasarkan surat keputusan Pansel Direktur PDAM Baubau dengan nomor 045/23/Pansel/2020.

“Yang dinyatakan lolos ini berdasarkan akumulasi nilai tertinggi yang terdiri dari ujian Phisiko, ujian tertulis, dan wawancara,” tutur Ketua Pansel Direktur PDAM Baubau, La Ode Sarafa kepada sejumlah media.

Asisten III Setda Kota Baubau ini mengatakan, usai diumumkan tiga nama ini akan diserahkan kepada Wali Kota Baubau AS Tamrin selaku kuasa pemegang modal (KPM) untuk memutuskan satu nama, yang menjadi Direktur PDAM Baubau.

“Tergantung Wali Kota, memutuskan melalui tes tertulis atau wawancara. Yang jelas, mereka adalah yang terbaik dari sembilan peserta seleksi,” ujarnya.

Mantan Kadis Ketahanan Pangan Baubau ini menegaskan jika semua proses seleksi tersebut dilakukan secara objektif dan tidak ada intervensi dari pihak manapun.

Sebelumnya, Sarafa menargetkan pada awal November 2020, PDAM Kota Baubau telah memiliki Direktur baru.

“Kita targetnya awal November. Tapi itu tentatif ya, tergantung jadwalnya Wali Kota,” ucapnya.

Untuk diketahui, tiga nama peserta ini memiliki latar belakang berbeda-beda. Masing-masing, Adenan Muhudi sebelumnya Konsultan air minum, Jemmy Hersandi sebelumnya kontraktor pengadaan pipa air minum, serta Ardi, sebelumnya apoteker.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...