Wali Kota Minta Dukungan DPRD Penataan Kawasan Teluk Kendari

282
 

Kendari, Inilahsultra.com – Langkah pemerintah kota menjadikan kawasan Teluk Kendari sebagai Central Bussiness District (CBD) melalui Raperda sudah masuk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk dibahas lebih lanjut.

Dalam Raperda tersebut rencanannya kawasan Teluk Kendari menjadi pusat konservasi, pusat kegiatan pariwisata, sebagai tempat wisata mangrove dan kuliner, kegiatan komersial dan jasa lainnya.

- Advertisement -

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menjelaskan, Perda ini bertujuan meningkatkan kualitas kawasan Teluk Kendari lebih tertata dan indah. Hal itu akan turut berkontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kendari.

“Jika raperda bisa disahkan jadi perda, pengembangan akan segera dilaksanakan. Bukan hanya sekedar sisi bisnisnya, tapi juga sisi ekologinya dan ada juga upaya menjaga kelestarian teluk mulai dari pencemaran, pendangklalan dan upaya lainnya yang seluruhnya terintegerasi,” kata Sulkarnain Kadir, Rabu 4 November 2020.

Jika kawasan teluk tertata dengan baik, kata Sulkarnain, akan menambah keindahan ikon daerah termasuk Jembatan Teluk Kendari. Kawasan Teluk Kendari juga berpotensi mendatangkan banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Pada dasarnya, lanjut dia, penetapan kawasan ini untuk memudahkan pemerintah dalam melakukan pengembangan kawasan supaya lebih baik dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berusaha

“Kalau sudah banyak orang yang berwisata akan menambah pendapatan masyarakat yang berdagang disekitar kawasan teluk.
Ini juga bisa mensejahterakan rakyat. sebenarnya ini untuk kepentingan rakyat dan bukan untuk golongan tertentu,” jelasnya.

Saat ini, kata orang nomor satu di Kota Kendari ini, pihaknya telah menetapkan empat kecamatan pengembangan yakni Kambu, Kadia, Mandonga dan Poasia. Kecamatan ini nantinya akan dijadikan pusat konservasi, pusat kegiatan pariwisata, wisata mangrove, pusat pemerintahan, pusat kegiatan komersial dan jasa lainnya.

“Pengembangan akan dilakukan dengan mematuhi aspek lingkungan.
Kita juga sudah melakukan beberapa penataan di kawasan teluk sepertu
pembangunan tambat labuh, tracking mangrove, balai pertemuan serta penanaman dan pemeliharaan mangrove di kawasan Teluk Kendari,” ucapnya.

Untuk itu, mantan wakil wali kota Kendari ini berharap, dukungan dan suport DPRD untuk pembahasan Raperda dalam mengembangkan dan menata keindahan kota di kawasan Teluk Kendari.

“Kami minta suport dan kerjasama DPRD untuk mendukung langkah pemerintah kota menata kawasan Teluk Kendari dengan baik,” tutupnya.

Sebelumnya, Fraksi Golkar DPRD Kota Kendari menolak pembahasan Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang Bagian Wilayah Perencanaan 1 CBD Teluk Kendari Tahun 2020-2040.

Anggota Fraksi Golkar, LM. Rajan Jinik menjelaskan, dalam Raperda ini harusnya dijelaskan tujuannya dan kajian dampaknya seperti apa ketika Teluk Kendari dijadikan pusat bisnis. Tapai dalam draf Raperda yang diajukan oleh pemerintah kota
tidak ada penjelasannya.

“Atas nama Fraksi Golkar, kami menolak pembahasan Raperda. Nanti sampai ada kejelasan secara detail tentang kajian ilmiahnya, karena masih banyak yang harus kita samakan dulu persepsinya kita seperti tujuannya dampaknya, latar belakangnya, dan apa yang menjadi motivasi pemerintah kota membuat sebuah rencana perubahan tata ruang yang ada di Kota Kendari, yang jelas akan dibahas satu persatu nanti dalam poin Raperda tersebut,” LM Rajan Jinik belum lama ini.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...