Utamakan Kualitas Bangun Infrastruktur Jalan di Kabupaten Busel

337
 

Batauga, Inilahsultra.com– Pembangunan infrastruktur jalan untuk memperlancar mobilisasi transportasi baik barang maupun orang terus digenjot Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani. Kualitas jalan yang dihadirkan kepada masyarakat menjadi perhatian utama.

Untuk itu, aspal yang digunakan untuk ruas jalan yang dihadirkan patutlah menggunakan bahan berkualitas tinggi. Salah satunya menggunakan aspal minyak atau hotmix.

- Advertisement -

Seperti pada ruas jalan menuju RSUD Buton Selatan tipe C yang baru saja dibangun di Kelurahan Bandar Batauga, Kecamatan Batauga. Pengaspalan ruas jalan yang menggunakan aspal hotmix ini dilaunching langsung H. La Ode Arusani bertepatan dengan HUT RI ke-75, Senin 17 Agustus 2020 lalu.

Jalan lingkar Busoa-Bandar Batauga itu diaspal dengan panjang 1.365 meter atau 1,3 kilometer dengan lebar 6 meter. Nilai kontrak sebesar Rp 3,29 miliar.

“Kualitas aspal menjadi perhatian utama kami. Untuk itu, aspal yang digunakan untuk ruas jalan ini menggunakan aspal minyak atau hotmix,” katanya.

H. La Ode Arusani berharap besar akses jalan ini semakin memudahkan masyarakat untuk beraktifitas. Terlebih memperlancar moda transportasi dan roda ekonomi masyarakat setempat demi kesejahteraan bersama.

Pengaspalan jalan Bandar Batauga menuju Rumah Sakit Busel.

Begitu pula jalan menuju kawasan perkantoran Kabupaten Buton Selatan di Kelurahan Masiri juga mulai dihotmix. Pengaspalan jalan ini dianggarkan senilai Rp 6,9 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Busel, La Ode Muh. Idris mengatakan, panjang lintasan pengaspalan jalan perkantoran di Masiri direncanakan sepanjang 2.486 meter. Tahap pertama dikerjakan sepanjang 986 meter.

“Lebar empat meter dan bahu jalannya 75 centimeter. Untuk ketebalannya lima centimeter,” jelasnya.

Tahap kedua dilaksanakan September. Pengaspalan tahap kedua sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar jalan delapan meter.

Selain pengaspalan, nilai anggaran Rp 6,9 miliar tersebut juga diperuntukkan untuk pembuatan selasar penghubung antar gedung dan penataan halaman perkantoran.

“Kita berharap pengaspalan dan penataan halaman kantor bisa selesai pada akhir tahun ini agar seluruh perkantoran bisa dimanfaatkan secara keseluruhan,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buton Selatan, panjang jalan kabupaten mencapai 302,48 kilometer. Jalan yang telah berhasil diaspal sepanjang 52,72 kilometer, terflor atau kerikil 29,60 kilometer, dan tanah belum tembus sepanjang 17,69 kilometer.

Dari total panjang jalan, kondisi baik 163,26 kilometer atau 54,03 persen, kondisi sedang 16,08 kilometer atau 5,32 persen, kondisi rusak ringan 59,38 kilometer atau 19,66 persen dan rusak berat 63,43 kilometer atau 20,99 persen.

Genjot Pembangunan Infrastruktur Dasar Kesehatan

Bupati Busel La Ode Arusani saat meresmikan pembangunan Puskesmas Bukit Lamando, Kamis 5 November 2020.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) dibawah kepemimpinan Bupati H La Ode Arusani terus menggenjot pembangunan infrastruktur dasar kesehatan. Utamanya pembangunan puskesmas di setiap kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Busel La Ode Budiman menuturkan, sebelumnya hanya terdapat delapan puskesmas yang melayani pemeriksaan kesehatan. Pada 2019 lalu, dibangun lagi satu sehingga kini berjumlah sembilan puskesmas yang operasional.

Kesembilan puskesmas ini telah terakreditasi dari Lembaga Akreditasi Nasional (LAN). Akreditasi ini menandakan reliabilitas dalam mutu pelayanan, ketertiban pendokumentasian, dan konsistensi dalam bekerja, memberikan keunggulan kompetitif, menjamin pelayanan kesehatan primer yang berkualitas dan pendidikan pada staf telah meningkat.

“Sekarang kita lakukan monitoring evaluasi. Kita usahakan saat ini yang masih bintang satu atau dua kalau perlu meningkat lagi menjadi madya atau utama,” tuturnya.

Tak hanya itu, pada 2020 ini juga tengah berjalan pembangunan unit Puskesmas Sandang Pangan. Teranyar, puskesmas ini sudah diresmikan pada Oktober 2020.

“Dengan begitu, jumlah puskesmas kita telah menjadi 10 unit. Alhamdulillah juga, pada 2021 nanti ada dua puskesmas masing-masing Puskesmas Batu Atas Barat dan Puskesmas Karae di Siompu yang telah disetujui pemerintah pusat untuk dibangun menggunakan DAK. Semua dokumen persyaratan telah kita rampungkan,” tandas Budiman.

Hampir 100 Persen Warga Busel Dapat Jaminan Kesehatan Gratis

Kemudahan dan akses pelayanan kesehatan menjadi salah satu komitmen Bupati Buton Selatan (Busel) H La Ode Arusani untuk dihadirkan kepada masyarakat sesuai visi misi bupati. Utamanya kepada masyarakat kurang mampu atau berpenghasilan rendah.

Komitmen tersebut dituangkan dalam bentuk pemberian jaminan kesehatan gratis dalam program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Total terdapat 93,8 persen atau 92.763 jiwa dari total 98 ribu jiwa penduduk Busel yang telah terjangkau program kesehatan gratis pada 2020 ini.

Semua capaian tersebut, hanya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan mendekatkan fasilitas serta membebaskan biaya kesehatan untuk masyarakat tidak mampu.

“Karena kita ini pelayan masyarakat, maka target capaian pelayanan kesehatan baik penyediaan fasilitas maupun kualitas layanan akan terus menjadi perhatian serius Pemkab Busel,” tutur Bupati Busel H La Ode Arusani, Selasa 15 September 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Busel La Ode Budiman menambahkan, alokasi anggaran untuk membiayai program jaminan kesehatan pada 2020 ini mencapai Rp 21 miliar.

Rincian pembiayaannya, lanjut Budiman, dari 93,8 persen atau 92.763 jiwa yang terjangkau program tersebut terdiri dari 40.343 jiwa yang dibiayai dari pemerintah daerah, dari APBN sejumlah 46.143 jiwa, penyelenggara negara 4.775 jiwa, serta pembiayaan sektor swasta dan lain-lain sejumlah 1.502 jiwa.

Kata La Ode Budiman, pemberian jaminan kesehatan sesuai instruksi Bupati telah masuk tahun ketiga sejak 2018 lalu. Dari tahun ke tahun, alokasi anggaran maupun kepesertaan terus mengalami peningkatan.

Pada 2018, pemerintah daerah menganggarkan program tersebut sejumlah Rp 4 miliar, lalu naik pada 2019 sebesar Rp 11 miliar dan meningkat lagi pada 2020 mencapai Rp 21 miliar.

“Anggaran ini kalau kita bangunkan gedung atau jembatan kelihatan fisiknya tapi kan ini bagaimana meningkatkan kesejahteraan, karena kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Saat ini kita membayar lebih dari Rp 1 miliar ke BPJS setiap bulannya, kita harapkan semua masyarakat yang tidak mampu harus dikaver oleh pemerintah daerah, utamanya untuk mendapat pelayanan kesehatan,” tandas Budiman. (ADV)

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...