Usai Dipolisikan, Pengacara di Kendari Ini Dilaporkan ke Peradi Atas Dugaan Pelanggaran Kode Etik Advokat

85
Kuasa Hukum Ahli Waris Abdul Somad, Muhammad Saleh melaporkan seorang pengacara Rizal di Peradi Kota Kendari Atas Dugaan Kode Etik Advokat.(Haerun)

Kendari, Inilahsultra.com – Buntut pengrusakan pagar pembatas lahan
di Jalan Komjen DR HM Yasin, Kecamatan Kambu, Kota Kendari dilaporkan yang diduga dilakukan salah seorang pengacara bernama Rizal kembali berlanjut.

Sebelumnya, keluarga besar Abdul Samad yang mengklaim pagar tersebur berada di atas lahannya melaporkan Rizal di Polda Sultra atas pengrusakan pagar tersebut.

- Advertisement -

Pada Jumat 7 Mei 2021, Keluarga besar Abdul Samad mendatangi kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dengan tujuan mengadukan Rizal berstatus pengacara atas dugaan pelanggara kode etik Advokat atas tindakan yang dilakukan.

“Tujuan kami datang di kantor Peradi Kota Kendari ini melaporkan tindakan Rizal berstatus pengacara yang sudah melampaui batas dan kami menilai beliau telah melanggar kode etik Advokat,” kata Muhammad Saleh selaku Kuasa Hukum ahli waris Abdul Samad.

Menurut, Muhammad Saleh tindakan soerang pengacara tersebut sangat bertentangan dengan kerja-kerja Advokat, yang sebagaimana yang telah diatur dan tertuang dalam undang-undang tentang Advokat.

“Kalau tugasnya Alhamdulillah sudah sesuai SOP, tapi tindakannya yang semena-mena kami menilai melanggar kode etik pada profesi Advokat sebagaimana yang di tuangkan di pasal 2 dan 3 Undangan-undang Advokat,” ujarnya.

Untuk itu, selaku kuasa hukum dan mewakil keluarga Abdul Samad, Muhammad Saleh berharap Peradi Kota Kendari dan Peradi Pusat dapat mempertimbangkan aduan tersebut dengan sebaik mungkin dan memberikan sanksi tegas terdapat tindakan yang di lakukan oleh Rizal.

“Saya mewakili keluarga besar Abdul Somad besar harapan kami baik Peradi Kota Kendari dan pusat melihat masalah ini dengan baik. Kami juga mengharapkan Rizal diberikan sanksi yang layak dan setimpal atas tindakan pihak dilakukan, karena sudah di luar tugas sebagai pengacara,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPC Peradi Kota Kendari, Afirudin Mathara mengatakan, hari ini DPC Peradi Kota Kendari menerima aduan dugaan pelanggaran kode etik Advokat salah seorang pengacara yaitu Rizal.

“Hari ini ada pengaduan masyarakat dan kami sudah terima berkasnya, terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik Advokat atas nama Rizal sebagai pengacara dan anggota Peradi,” ungkapnya.

Selaku Ketua Peradi Kota Kendari, Afirudin mengapresiasi langkah aduan dan ini sangat penting untuk menjadi pelajaran sekaligus teguran bagi pekerja pendamping hukum.

“Kami apresiasi dan ini juga himbauan kepada masyarakat kalau ada Advokat yang dalam menjalankan profesi tidak beretika atau terkesan terindikasi melanggar peraturan perundang-undangan diadukan ke Peradi,” jelasnya.

Atas laporan ini, kata Afirudin, Peradi Kota Kendari hanya sebatas menerima berkas, setelah itu diteruskan di Dewan Kehormatan DPN Peradi pusat untuk diproses lebih lanjut seperti apa hasilnya nanti.

“Sesuai dengan kedudukan DPC dan berpedoman pada tatakerja Dewan Kehormatan DPC sifatnya hanya menfasilitasi aduan ini untuk diteruskan ke dewan kehormatan DPN Peradi di Jakarta untuk diproses lebih lanjut. Nanti yang menetukan itu adalah Peradi Pusat,” tutupnya.

Dikonfirmasi sama Rizal selaku pengacara yang dilaporkan di Peradi Kota Kendari atas dugaan pelanggaran kode etik Advokat saat tuduhan pembongkaran pagar lahan belum memberikan tanggapan apapun.

“Insyah Allah setelah saya buat laporan ya bos,” singkat Rizal saat dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya, Sabtu 8 Mei 2021.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...