Polda Sultra Bersama Jurnalis Gelar Simulasi Liput Demo Anarkis

47
Hindari kesalahpahaman antara Wartawan dan Polisi di lapangan saat aksi ujuk rasa, Polda Sultra bersama Wartawan Kendari gelar pelatihan dan simulasi saat demo ricuh, Kamis 27 Mei 2021.

Kendari, Inilahsultra.com – Hindari kesalahpahaman antara Wartawan dan Polisi di lapangan saat aksi ujuk rasa, Polda Sultra bersama Wartawan Kendari gelar pelatihan dan simulasi saat demo ricuh, Kamis 27 Mei 2021.

Dalam pelatihan itu, insan pers diberikan materi antisipasi terjadinya chaos saat unjuk rasa yang berpotensi terjadinya aksi anarkis serta menentukan posisi yang tepat dan aman saat meliput seperti pengambilan foto dan video.

- Advertisement -

Setelah penyampaian materi di ruangan Serba Guna Polda Sultra, dilanjutkan dengan simulasi di lapangan apel Polda Sultra. Ditempat itu, Polisi dan Wartawan memperagakan ketika demo anarkis terjadi.

Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Sultra Kombes Pol Tumpal Damayanus mengatakan, kegiatan ini dalam rangka sinergitas wartawan dengan kepolisian dalam rangka menangulangan huru hara. Simulasi ini bagaimana Wartawan memperagakan posisi di lapangan yang seharusnya berada ditempat yang aman dan terlindungi.

“Peragaan ini menjadi pedoman bagi wartawan dengan Polda Sultra, sehingga nanti bisa terus dilihat siapapun wartawannya, siapapun orangnya, siapapun polisinya. Agar simulasi ini bisa diperagakan di lapangan,” Tumpal Damayanus dihadapan awak media.

Menurutnya, dengan simulasi ini Wartawan dan anggota Polda Sultra di lapangan paham karena ada tanda-tanda khusus yang digunakan Wartawan yaitu rompi, topi, masker atau Id Card sehingga bisa dikenali bahwa itu adalah Wartawan.

“Wartawan juga harus paham posisinya di mana saat demo anarkis, kan ada tahap 1, 2 dan 3. Sehingga kita harapkan dengan adanya posisi ini Wartawan bisa meliput secara berimbang, secara fakta yang terjadi. Meliputi dengan aman dan selamat,” jelasnya.

Selain itu, simulasi ini bertujuan untuk mengamankan Wartawan dalam rangka pengambilan liputan unjuk rasa, sehingga Wartawan merasa terlindungi karena sudah ada posisi yang sama-sama pahami.

“Agar Wartawan tau posisinya dan kita yang dilapangan paham juga bahwa itu adalah Wartawan untuk meliput berlangsungnya unjuk rasa nantinya,” tutup perwira dengan tiga Melati dipundak ini.

Reporter : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...