
Raha, Inilahsultra.com – Akhir-akhir ini kasus begal marak terjadi di Kabupaten Muna. Kondisi itu tentunya sangat meresahkan warga atau para pengguna kendaraan saat beraktivitas di malam hari maupun saat subuh.
Kejadian begal itu sering saja terjadi dan selalu berulah saat malam hari. Tidak ditahu waktunya, mereka beraksi di tempat yang dianggap sunyi, misal kejadian sebelumnya di hutan Warangga, seorang pasangan suami istri nyaris saja dibegal oleh orang tidak dikenal. Beruntung bisa mengendalikan motor dan beruntung ada mobil yang lewat saat melewati hutan di jalan poros Raha – Watopute itu.
Kejadian itu sejak Senin , 24 Mei 2021 saat subuh sekira pukul 05.10 Wita. Pasutri itu dihadang begal saat melewati hutan warangga.
Jelang berapa hari setelah kejadian itu, seorang penjual sayur, Wasina (42) warga Lagasa juga dibegal di bypas Raha yang tak jauh dari rumah adat Muna.
Wa Sina menceritakan, kejadian itu sejak bulan lalu, 26 mei 2021. Saat itu, sekira pukul 05.00 Wita diwaktu subuh dirinya hendak mau ke pasar Laino menggunakan motor mau beli sayur.
Namun saat diperjalanan, pedagang sayur juga ini sebelum melewati rumah Adat itu tetiba ada motor muncul dari belakang mengikuti dirinya. Namun dirinya tetap fokus dan sedikit menambah kecepatan, namun kendaraan motor di belakangnya terus mengikuti dan langsung menabrak Wa Sina.
Aksi yang diduga begal itu pas berhenti setelah menabrak korban, tiba tiba pelaku spontan mendorong korban yang sedang berada di atas motor dan meminta uang Rp 25 ribu.
“Samo pergi di pasar pergi beli sayur subuh subuh, pas di dekat rumah adat sa di hadang, maksudku sa mo berhenti mo pergi di tempat terang, langsung di dorong, maksudku kone samo kasi,dia kira mungkin sa tidak mokasi,kakiku ditindis motor, tidak banyak juga kone dia minta hanya 25 ribu,” cerita Wa Sina kepada jurnalis inilahsultra.com, Selasa, 8 juni 2021.
Kata Wa Sina yang juga sehari-harinya menjual ikan bakar di Lapak Raha ini mengaku bahwa pada saat dimintai uang itu sempat ditodongkan barang tajam berupa pisau yang dikeluarkan dari lengan baju tangannya.
“Saya ditodong juga pake piso. Dia keluarkan dari baju lengan tangannya, tapi tidak lama langsung dia pergi mi,” jelasnya.
Berdasarkan kejadian itu, nenek Wa Sina mengalami trauma dan kakinya keseleo akibat terbentur di batu saat terjatuh dari motor. Selain itu juga jalannya sedikit tidak normal karena sakit akibat benturan itu.
Reporter : Muh Nur Alim




