PT. Antam Sebuah Harapan Baru untuk Masyarakat Konut

70
Konsorsium Masyarakat Konawe Utara Bersatu saat menggelar konfrensi pers dan Deklarasi terkait dukungan kepada PT. Antam di Konut. (foto:ist)

Kendari, Inilahsultra.com – Melimpahnya kandungan mineral Nikel (Ni) di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi primadona bagi investor dan pengusaha-pengusaha pertambangan, sehingga keberadaan PT. Antam, Tbk di Konut diapit segitiga raksasa pabrik industri yaitu IMIP, Virtue Dragon dan OSS.

Dukungan tersebut ditandai dengan deklarasi oleh konsorsium masyarakat Konawe Utara bersatu mendukung kehadiran PT. Antam, Tbk sebagai sebuah harapan baru untuk daerah dan masyarakat dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di bumi Konawe Utara.

- Advertisement -

Rahmatullah sebagai koordinator konsorsium pemuda Konut dalam konferensi pers menyampaikan, dukungan penuh terhadap PT. Antam yang telah memenangkan wilayah Blok Mandiodo yang sebelumnya wilayah tersebut tumpang tindih dengan sebelas izin usaha pertambangan (IUP).

“Sebagai putra daerah, saya menyerukan kepada masyarakat dan pemuda Konawe Utara agar mensyukuri kehadiran PT. Antam di sini karena ke depan aktivitasnya akan menjadi penggerak roda perekonomian. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat Konut
dengan tujuan PT. Antam itu mensejahterakan masyarakat dan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah
setempat,” ungkap Rahmatullah, Selasa 12 Oktober 2021.

“Kami yakin bahwa Antam akan banyak memberi kontribusi yang besar untuk kemajuan daerah yang kita cintai ini,” sambungya.

Sementara itu, sebagai masyarakat Konut dan pemuda, Rizky M Budu menuturkan, dengan masuknya PT. Antam kembali di Konut manaruh harapan besar, karena dapat memberikan pengaruh yang signifikan bagi daerah khususnya masyarakat,

“Seperti sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya sektor pertambangan, perhubungan dan lain-lain serta dapat memacu dan meningkatkan APBD Konawe Utara yang masif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini 11 IUP yang beraktifitas diatas wilayah IUP Antam di Blok Mandiodo yang hanya mengeruk SDA Konut tanpa memberikan sumbangsih apa-apa bagi daerah dan hanya kepentingan para elit kapitalis.

Masyarakat hanya menemukan hamparan gunung merah serta kubangan-kubangan yang telah di rampok SDAnya tanpa ada pertanggung jawaban dari pihak manapun.

“Kita beharap Antam hadir di Konawe Utara bukan untuk mengabaikan masyarakat, tetapi Antam hadir di untuk bermitra dengan masyarakat serta dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk kemajuan Konawe Utara dari segala sektor sendi-sendi kehidupan masyarakat,” harapnya.

Ia menambahkan, tidak adanya bast mining pratice (tata kelola tambang yang sehat) terutama 11 IUP tidak pernah melakukan reklamasi. Bahkan penyaluran CSR yang tidak jelas serta menyuburkan praktek jual beli dokumen.

“Wilayah Blok Mandiodo hanya menjadi blok hitam yang kelam bagi Konawe Utara, sehingga perlu adanya keberanian yang besar dan kuat untuk melawan para mafia ini. Maka dengan kehadiran Antam merupakan harapan baru bagi daerah serta masyarakat,” tutupnya.

Untuk diketahui, izin operasi PT. Antam Tbk telah dihidupkan kembali melalui putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 225.K/TUN/2014, PT. Antam berhak melakukan operasinya atas pertambangan nikel di Konawe Utara atas 11 IUP yang ada.

Penulis : Asep

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...