Wakil Bupati Butur : Wawonotahu Merupakan Keanekaragaman Budaya Butur yang Terus Dilestarikan

37
Wakil Bupati Butur, Ahali saat memberikan sambutan pada acara Wawonotahu di Desa Bubu. (Foto : Humas Setda Butur)

Buranga, Inilahsultra.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Utara (Butur), terus mendukung pengembangan keanekaragaman nilai-nilai adat istiadat dan budaya lokal. Salah satunya, adanya pesta panen yang merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada maha pencipta.

Pesta panen juga menjadi media atau alat pemersatu bagi silaturahmi dengan sanak saudara.

- Advertisement -

“Karena saya tahu sekali bahwa pesta panen (Wawonotahu) Desa Bubu kali ini sangat di tunggu-tunggu bagi setiap warga masyarakat, khususnya Desa Bubu dan desa-desa yang ada di sekitarnya. Sebab, ini merupakan sala satu upaya pelestarian budaya lokal, maka Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Utara (Butur) terus mendukung dan ikut membuka ruang bagi pengembangan nilai-nilai adat istiadat dan budaya lokal yang ada,” kata Wakil Bupati Butur Ahali, saat menghadiri acara syukuran Wawonotahu di Desa Bubu Kecamatan Kambowa, Senin, 25 Oktober 2021.

Ahali mengungkapkan, Wawonotahu ini merupakan satu dari beberapa keanekaragaman kebudayaan Butur yang tidak ada di daerah lain, maka ke depan perlu dilestarikan. Termasuk semua jenis pesta panen yang ada di wilayah Butur, diminta agar perayaan ditahun-tahun berikutnya dikemas lebih besar lagi.

“Kita perlu data dan inventarisasi segala bentuk budaya dan jenisnya, mengingat perkembangan arus globalisasi saat ini, kita harus bendung dgn budaya kita sendiri. Sebab kalau kita bercerita mengenai kemajuan dengan orang barat mungkin kita tidak dapat menyaingi mereka, akan tetapi kalau kita memperkenalkan budaya lokal kita pasti akan tertarik dan dapat bernilai jual buat daerah,” ujarnya.

Ahali menjelaskan, sudah beberapa daerah dirinya menghadiri acara budaya yang diperintahkan bupati, diantaranya Aceh dan terakhir Festival Kerajaan Nusantara di Sumedang Jawa Barat. Menurutnya, budaya mereka tidak jauh berbeda dengan budaya Butur. ” Jadi mulai saat ini upaya peningkatan dan pelestarian budaya kita galakkan,” harapnya.

Dimulai dari hal kecil, sambung dia misalnya dimomen-momen tertentu biasakan selalu memakai pakaian sentuhan adat Butur. Apalagi Butur hari ini sudah masuk dalam deretan Kota Pusaka yang ada di Indonesia.

“Ini adalah suatu kebanggaan kita semua, dan untuk di Sulawesi Tenggara hanya ada 2 Kabupaten yang masuk Kota Pusaka yaitu Buton Utara dan Buton,” imbuhnya.

Olehnya itu, tambah dia pesta adat Wawonotahu ataupun jenis pesta panen lainnya perlu dilestarikan.

“Karena budaya kita merupakan simbol identitas daerah. Dan untuk menjaga eksistensinya, Ahali mengajak semua pihak tanpa kecuali masyarakat dan pemerintah setempat untuk terus menjaga dan melestarikannya,” pungkasnya.

Editor : Rido

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...