Antisipasi Ancaman Bom dan Teroris, Brimobda Sultra Simulasi di Citraland Kendari

31

Kendari, Inilahsultra.com – Puluhan pasukan khusus anti teror, Detasemen Gegana Brimob Polda Sultra gelar simulasi antisipasi ancaman bom dan teroris di komplek perumahan elite Citraland Kendari, Kamis 25 November 2021.

Dalam simulasi itu, skenario dirancang khusus dibuat seolah-olah ada penyerangan menggunakan senjata api dan bahan peledak.

- Advertisement -

Kemudian, 90 personel pasukan khusus anti teror memperagakan bagaimana cara mengatasi penyerangan tersebut.

Simulasi diawali dengan laporan intelijen. Dari laporan intelijen itu bahwa akan ada serangan kelompok teroris di kawasan objek viral dan kantor pemerintah di Sultra.

Lalu, tim Gegana Brimob Polda Sultra mengecek informasi tersebut dan langsung melakukan pembuntutan. Alhasil, dua orang teroris berhasil ditangkap. Sementara, sekelompok teroris lainnya berhasil melarikan diri menggunakan mobil.

Detasemen Gegana menurunkan tim khusus anti teror untuk melakukan penetrasi. Namun, sejumlah teroris menyerang secara brutal dan meledakkan bom.

Sehingga tim Sharpshooter mengambil posisi untuk mengamankan tim serta lokasi. Namun, perebutan lokasi itu berujung kontak senjata antara pasukan khusus anti teror dengan teroris.

Situasi terdesak, kelompok teroris menyandera 2 orang pengunjung. Berkat
kemampuan yang dimiliki, tim khusus anti teror berhasil melumpuhkan kawanan teroris. Sandera pun berhasil dibebaskan.

Saat sandera berhasil dibebaskan, tim khusus anti teror mendeteksi ada 2 bom. Tim dari Penjinak Bom (Jibom) melakukan sterilisasi.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sultra Kombes Pol Adarma Sinaga mengatakan, kegiatan ini sering dilakukan untuk melatih kemampuan dan pengetahuan serta koordinasi antar unit dalam penanganan serangan teroris maupun kejahatan menggunakan senjata api dan bahan peledak.

“Simulasi bukan hanya di perumahan Citraland, semua tempat memiliki potensi. Kita menilai atau beberapa tempat.yang mungkin saja terjadi peristiwa penyerangan,” ujar Adarma Sinaga.

Hal ini, kata Adarma, Brimob Polda Sultra selalu siap setiap saat jika dibutuhkan dengan adanya potensi kejadian serangan.

“Semua tempat bisa kita lakukan untuk membangun atau membuat para personel terampil setiap situasi apapun,” ungkapnya.

Untuk diketahui, simulasi penanggulangan teror menggunakan 10 kendaraan dan alat taktis lainnya. Dalam latihan itu, menghabiskan 800 butir peluru hampa dan 29 pucuk senjata dengan berbagai jenis.

Reporter : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...