
Buranga, Inilahsultra.com – Banyak koperasi di Kabupaten Buton Utara (Butur) yang kini tidak aktif. Koperasi tersebut dibentuk hanya untuk momen tertentu, dalam hal ini untuk mendapatkan bantuan sosial.
Kepala Bidang (Kabid) Usaha Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan UKM Butur La Muda mengatakan, koperasi-koperasi yang aktif dan tidak aktif kini terus didata. Upaya itu dilakukan agar koperasi yang serius menjalankan kegiatan bisa dibina.
La Muda menyebutkan, ada 92 koperasi di Butur yang terdata. Namun sampai akhir 2017 lalu, hanya 57 koperasi yang melaporkan melakukan rapat anggota tahunan (RAT).
“Kita katakan aktif kalau melakukan RAT,” kata La Muda ditemui di ruang kerjanya, Jumat 26 Januari 2018.
Menurut La Muda, berdasarkan pantauannya ada satu koperasi di Butur yang baik dalam pelaporan. Koperasi itu bernama Koperasi Tawa Togo di Kelurahan Kioko Kecamatan Bonegunu. Makanya, setiap ada kegiatan pengurus koperasi selalu dihadirkan untuk memberikan materi dan berbagi pengalaman pada koperasi lainnya.
“Kalau yang lain juga bagus. Tapi yang paling rapih pelaporan dan pengaturan keuangan, koperasi itu,”
Saat ini, lanjut pria berkacamata ini, ada empat koperasi lagi di Kecamatan Kulisusu Barat yang masuk kategori baik dalam pengelolaan. Koperasi itu kini sudah mengundang dan menyampaikan akan melakukan RAT. Koperasi ini dibentuk berdasarkan kesadaran anggota dan belum mendapat bantuan pemerintah.
“Kita inginkan yang seperti ini yang bagus. Dan koperasi begini yang akan dibantu,” tuturnya.
La Muda merinci, saat ini ada 14 koperasi perikanan di Butur. Sisanya adalah koperasi simpan pinjam dan koperasi serba usaha.
Koperasi-koperasi tersebut kini terus diamati. Bila koperasi itu sudah layak dibantu, maka pemerintah daerah akan memberikan bantuan. Hanya saja dalam proses pemberian bantuan saat ini sudah berubah.
“Kalau dulu dibantu dengan dana. Tapi sekarang berubah. Kita bantu dengan alat usaha dan perlengkapan kantor. Sehingga bantuan itu bisa mendorong kemajuan koperasi,” terangnya.
Editor: Din




