
Laworo, Inilahsultra.com – Jelang Pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muna terus melakukan pengawasan terkait indikasi politik uang atau money politic dalam masa kampanye.
Praktik politik uang sering terjadi dalam pesta demokrasi. Tidak terkecuali dalam perebutan menduduki kursi di legislatif.
Seperti halnya di Muna, agar tidak melakukan politik uang, Bawaslu mengingatkan kepada para caleg atau tim pemenangan masing-masing parpol untuk patuh.
Ketua Bawaslu Muna, Al Abzal Naim, saat memberikan sambutan dalam acara konser music yang di selenggarakan KPU Muna mengatakan, politik uang merupakan ancaman demokrasi.
Ia berharap, seluruh masyarakat ikut mengawasi dan menyukseskan pemilu 17 April 2019 tanpa praktik politik uang.
“Kita melakukan pengawasan bersama terhadap praktik money politic dalam hal ini jual beli suara,” kata Al Absal Naim, di pelataran rumah adat taman budaya Kota Raha, Minggu 7 April 2019.
Bram juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak teriming-iming dengan politik uang dari peserta pemilu.
“Marilah kita bersama memberikan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat Kabupaten Muna,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, pria yang akrab disapa Bram ini mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian dan berita yang provokatif jelang pemilu 17 April 2019.
Penulis : Muh Nur Alim




