
Batauga, Inilahsultra.com – Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah (Buteng), H. Samahuddin-La Ntau menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Kabupaten Buton Selatan (Busel) di Lapangan Lakarada Kecamatan Batauga, Rabu 24 Juli 2019.
Pasangan yang dikenal dengan slogan SamaTau itu tidak hanya berdua, sebagai daerah yang lahir bersamaan dirahim yang sama (Kabupaten Buton), mereka mengajak seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bupati Buteng, H. Samahuddin mengatakan, kehadirannya pada upacara HUT Busel ke 5 bukan hanya sekedar memenuhi undangan semata. Namun lebih dari itu, untuk mengeratkan tali silaturahmi dan hubungan antara kedua daerah.
“Buton Selatan ini kan keluarga saya, rakyat saya juga. Sebaliknya Buton Selatan juga seperti itu terhadap masyarakat Buton Tengah,” kata H. Samahuddin usai menghadiri HUT Busel ke 5 di Rujab Bupati Busel, Rabu 24 Juli 2019.
Olehnya itu, Ia mengaku membawa serta seluruh pimpinan OPD untuk mengeratkan kekerabatan.
Ia meyakini, dengan terbangunnya kekerabatan yang baik maka kerjasama antara kedua daerah akan terjalin baik pula.
Kata dia, Busel dan Buteng merupakan daerah yang masih sangat muda. Diusia yang baru menginjak lima tahun diperlukan kebersamaan untuk membangun daerah.
“Kita berjuang bersama-samalah, dua daerah ini,” katanya.
Samahuddin berharap, Buteng dan Busel kedepan bisa sejajar dengan daerah lain di Sultra. Utamanya di sektor pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun, Samahuddin enggan memberikan gambaran pembangunan di Busel saat ini. Semuanya Ia serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Busel sendiri.
“Saya tidak mau bahas itu, saya kembalikan ke pemerintahnya sendiri. Saya tidak bisa mengoreksi. Intinya, saya datang untuk bersilaturahmi, mengeratkan hubungan kekeluargaan antara Pemkab Busel dan Buteng. Jabatan itu hanya amanah, silaturahmi, itu yang penting,” katanya.
Buteng dan Busel diketahui lahir (Disahkan menjadi DOB) pada tanggal yang sama, 23 Juli 2014. Buteng disahkan melalui UU Nomor 15 Tahun 2014 sedang Busel melalui UU Nomor 16 Tahun 2014.
Reporter : LM Arianto




