Warga Tolak PT BIS Gunakan Jalan Umum

1202

Syamsuddin Eksternal Community Development sptd (Humas) PT BIS.


Baubau, Inilahsultra.com- Berbagai sosialisasi telah dilakukan pihak PT Bumi Inti Sulawesi (BIS) untuk berusaha meredam protes masyarakat yang terkena dampak tambang di Kecamatan Bungi-Sorawolio Kota Baubau.

- Advertisement -

Berdasarkan konfirmasi dari pihak PT BIS, sosialisasi ke masyarakat Bungi dan Sorawolio sudah dilakukan.

Sosialisasi terakhir dengan ratusan warga Kecamatan Lealea digelar di Hotel Ratu Rajawali, Kamis, 5 Oktober 2017. Hanya saja, penolakkan warga terhadap aktivitas perusahaan tambang nikel ini tetap ada.

“Masyarakat titip pesan sama saya bahwa sosialisasi ini kami tidak terima, kecuali diadakan di wilayah kami. Kami tidak butuh amplop pak, yang penting masyarakat dengar sendiri asas manfaat apa dari kegiatan ini,” kata Agus warga Kalialia saat sesi tanya jawab dengan manajemen PT BIS.

Warga lainnya dari Kelurahan Kantalai, Abdul Hakim menegaskan, pada dasarnya warga tidak menolak kehadiran PT BIS. Selama dalam proses pengangkutannya, tidak menggunakan jalan hitam alias jalan umum.

“Belum ada kesimpulan sebenarnya dari sosialisasi ini. Di Kelurahan Kantalai memang sudah ada pernyataan sikap yang ditanda tangani masyarakat, mereka tidak menginginkan jalan umum itu menjadi jalur tambang,” tutur Hakim memperlihatkan kertas pernyataan sikap penolakkan warga Kantalai.

Menurutnya, jika jalan hitam digunakan dalam pengangkutan bahan tambang, maka banyak dampak negatif yang mengancam masyarakat. Diantaranya berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

“Penolakan warga yang bermukim di jalan umum tidak dapat ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

Eksternal Community Development sptd (Humas) PT BIS, Syamsuddin mengatakan, pihaknya telah mengantongi surat izin untuk penggunaan jalan hitam salah satunya penggunaan jalan lingkar.

“Berdasarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP), wilayah pertambangan PT BIS meliputi tiga Kecamatan yaitu Sorawolio, Bungi dan Lealea. Kami juga gunakan jalan hitam. Mengenai izin kita lengkapi,” katanya.

Dia menjelaskan, sosialisasi ini merupakan sosialisasi terakhir untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang rencana pengangkutan nikel yang sudah diproduksi sebelumnya. Diprediksi ada 150 ribu metrik ton yang sudah siap untuk diangkut menuju kapal tongkang.

“Kami hanya mengangkut saja, kita belum beroperasi karena sudah ada stok di gudang. Yang ada disana, perkiraan ada sekitar 150 ribu metrik ton yang akan diangkut,” jelasnya.

PT BIS merupakan perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kota Baubau.

Reporter : Asi
Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...