Petani Dalam Pusaran Sistem Ekonomi yang Tidak Berkeadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Subsidi Petani Dalam Pusaran Sistem Ekonomi Liberal

Dalam sistem ekonomi saat ini pun, subsidi dari pemerintah khususnya Kementerian Pertanian seperti subsidi serta bantuan pupuk, benih, dan alat mesin pertanian yang anggarannya berkisar Rp 40 triliun hingga Rp 45 triliun per tahun dalam tiga tahun terakhir belum terbukti efektif untuk mendongkrak kesejahteraan petani.

Petani menilai justru subsidi dan bantuan tersebut justru hanya mensejahterahkan perusahaan-perusahaan benih, pupuk bahkan alat mesin pertanian sedangkan petani sebagai Kelas Menengah Produktif justru kembali mengalami kendala dalam menentukan nilai hasil produksinya dan mengakses pasar.

-Advertisement-

Di dalam pusaran sistem ekonomi dan liberalisasi pasar tersebut, petani berusaha bangkit secara mandiri, berdikari dan berbasis pada kearifan lokal masing-masing wilayahnya dengan membangun basis-basis produksi petani baik secara hulu bahkan sampai hilir. Bagaimana petani membangun Kelompok Petani Penangkaran Benih, Kelompok Petani Pembudidaya Ternak, Kelompok Petani Pembudiya Ikan, Kelompok Petani Penangkap Ikan, Kelompok Petani Penambak Garam baik skala kelompok ataupun sampai membangun atau membentuk seperti halnya Laboratorium Penangkaran dan Penelitian Tanaman Pangan (Lab. P2TP) PETANI dan Laboratorium Kedaulatan Pangan dan Agribisnis Kerakyatan (Lab. KPAK) PETANI.

Facebook Comments