Petani Dalam Gerakan Industrialisasi Pangan Nasional Berbasis Kerakyatan
Dalam visi yang dicita-citakan PETANI untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal dan Agribisnis Kerakyatan dalam Negara Gotong Royong maka sudah saatnya memulai sebuah Gerakan Industrialisasi Pangan Nasional Berbasis Kerakyatan sebuah reorientasi paradigma PETANI dan Negara Gotong Royong sebagai berikut:
1.Individu Petani ke Kelompok Petani
Ini merupakan salah satu kendala yang di hadapi PETANI di Indonesia dalam mengembangkan usaha produksi pangan adalah keterbatasan lahan, peralatan, modal dan akses terhadap pasar. Kelompok PETANI ini merupakan Kelompok Menengah Produktif Petani.
2. Petani Produsen Menjadi Petani Pemasok
Restrukturisasi paradigma petani selanjutnya adalah menyangkut peranan petani. Dimana selama ini petani hanya memposisikan diri sebagai produsen semata, menjual apa yang diproduksi, maka orientasi ke depan harus memproduksi apa yang bisa dijual dimana dalam konteks ini petani naik kelas jadi pemasok. Karena jika terlibat lebih jauh sebagai pemasok langsung ke konsumen atau pasar, maka petani akan memperoleh Nilai Tambah Petani yang lebih besar.
3. Sistem Budi Daya Petani ke Sistem Produksi Pangan Petani
Paradigma yang selama ini terjadi bahwa petani hanya berputar pada sistem budi daya saja, akan tetapi dalam gerakan ini sudah saatnya petani tidak hanya berputar pada sistem budi daya saja melainkan sudah membangun pada sistem produksi pangan berbasis pada kelompok dan atau komunitas PETANI untuk menjaga keberlanjutan bahan baku produksi.




