Dana BOS untuk Sultra Salah Transfer ke Sulteng

Kendari, Inilahsultra.com – Pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Semester III di Sultra bakal mengalami kendala.

Sebab, dana yang turun hanya sebagian. Hal itu dikarenakan kesalahan transfer dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Harusnya, dana tersebut ditransfer ke Sultra, malah mengalir ke Sulawesi Tengah.

-Advertisement-

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra Damsid mengaku, masalah ini sementara diurus oleh Manager Dana Bos Dikbud Sultra di Jakarta.

“Salah input dari Kemenkeu. Harusnya ke Sultra, padahal ditransfer ke Sulteng,” katanya, Senin 6 November 2017.

Menurutnya, total dana BOS yang harusnya ditransfer sekitar Rp 140 miliar, yang turun hanya Rp 50 miliar. Sisanya, Rp 90 miliar lebih salah transfer ke Sulteng.

“Jadi, dana yang ada hanya (untuk) SMA dulu. Nanti setelah turun lagi baru (diberikan) kepada pendidikan dasar SD dan SMP,” jelasnya.

“Salah transfer, harusnya kosnya untuk Sultra malah pindah di Sulteng. Kurang lebih Rp 90 miliar lebih ditransfer ke sana. Banyak sekali kurangnya,” ujarnya.

Meski kurang, dana yang sudah terlanjur ditransfer oleh Kemenkeu ini tidak akan ditarik lagi. Dana BOS untuk SD dan SMP, secepatnya akan diupayakan untuk segera dicairkan.

Menurut dia, pencairan dana BOS semester III ini sudah direncanakan pada September 2017. Karena kesalahan transfer ini, maka pencairan mulur.

“SMA terlambat terus karena penyesuaian. Maka ada perubahan perencanaan itu. Kita targetkan Bulan 9 baru ada. Kita harapkan bulan sembilan ini, tapi karena bermasalah, maka mundur,” jelasnya.

Dia menuturkan, kesalahan transfer ini akibat input data yang salah dari Kementerian Pendidikan ke Kemenkeu.

“Kemenkeu hanya blow up data saja dari Kementerian Pendidikan. Mungkin karena banyak mereka urus. Mungkin juga karena juga berdekatan (Sultra-Sulteng),” pungkasnya.

Total Dana BOS yang dikelola oleh Pemprov Sultra pada tahun ini sebanyak Rp 560 miliar. Anggaran mengalami peningkatan pada 2018 kurang lebih menjadi Rp 590 miliar.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor  : Jumaddin Arif

Facebook Comments