Poros Waode Buri-Labuan Rusak Parah, Bupati Butur Nilai Akibat Curah Hujan Tinggi

513
 

Buranga, Inilahsultra.com – Bupati Buton Utara (Butur) Abu Hasan akan mencoret penggunaan Butur Seal pada poros Waode Buri-Labuan. Diapun menilai, aspal itu tidak cocok digunakan pada jalan dengan intensitas kendaraan sangat tinggi.

Abu Hasan mengakui, jalan poros Waode Buri-Labuan mengalami kerusakan cukup parah saat ini. Hal itu diakibatkan curah hujan yang tinggi beberapa lalu.

- Advertisement -

“Tetapi pada tahun 2019, itu menjadi skala prioritas untuk kita perbaiki. Termasuk jembatannya,” ungkap mantan Kepala Biro Humas Setprov Sultra di Kantor DPRD Butur, Senin 20 Agustus 2018.

Diketahui, jalan poros Waode Buri-Labuan saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah. Anggaran puluhan miliar sudah dikucurkan Pemkab Butur untuk mengaspal jalan tersebut.

Parahnya, pengaspalan yang baru selesai dikerjakan akhir tahun 2017 lalu, sebagian besar telah terbongkar. Rata-rata, pengaspalan jalan tersebut menggunakan Butur Seal.

Abu Hasan menambahkan, akan mempertimbangkan kembali penggunaan Butur Seal. Pasalnya, aspal tersebut hanya cocok digunakan untuk jalan yang tidak dilewati kendaraan berat.

“Kita punya Litbang (Penelitian dan Pengembangan) di PU (Dinas Pekerjaan Umum). Kita akan pertimbangkan kalau ada usul-usul seperti itu (penolakan penggunaan Butur Seal). Karena kita hanya gunakan pada jalan-jalan yang tidak dilewati kendaraan berat,” ungkapnya.

Kedepan, lanjut Abu Hasan, akan menggunakan aspal dengan kualitas diatas Butur Seal.

“Kedepan kita akan gunakan aspal panas. Tapi bukan hotmix. Jelasnya diatas Butur Seal,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Pemuda Penerhati (IP2) Butur Kasno Awal Doi mengatakan, pengaspalan jalan poros itu sudah menghabiskan puluhan miliar. Namun kondisi jalan saat ini rusak parah.

“Ada yang tidak beres dengan proyek pengaspalan itu,” kata Kasno melalui via telepon selularnya, Selasa 31 Juli 2018.

Kasno mencontohkan, salah satu titik jalan poros yang saat ini mengalami kerusakan adalah di Desa Petetea Kecamatan Kulisusu Utara (Kulut). Pengaspalan jalan ini baru selesai dikerjakan akhir tahun 2017.

Bahkan, Kasno berharap, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa ikut memantau proyek tahun 2018 di Kabupaten Buton Utara. Sehingga tidak terjadi penyimpangan anggaran.

Diketahui, pekerjaan jalan Poros Waode Buri-Labuan pada tahun 2017 lalu ada beberapa titik. Yakni, Torombia-Lakansai sepanjang 5 kilometer, Lakansai-Lamoahi sepanjang 4 kilometer, dan poros Waode Buri-Petetea sepanjang 4 kilometer. Sebagian besar jalan tersebut kini telah rusak parah.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...