Soal IUP di Konkep, Gubernur Sultra Akan Panggil Lukman Abunawas

753

Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Sultra Ali Mazi menyatakan akan memanggil pihak terkait untuk membicarakan masalah izin usaha pertambangan yang ada di Pulau Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan. Tak terkecuali Lukman Abunawas yang juga wakilnya saat ini.

Lukman Abunawas merupakan mantan Bupati Konawe periode 2003 sampai 2013. Di masa Lukman menjabat Bupati Konawe, mengeluarkan sebanyak 18 IUP di Pulau Wawonii yang kala itu masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Konawe.

- Advertisement -

Ditemui di Rujab Gubernur Sultra, Senin 11 Maret 2019, Ali Mazi menyatakan, akan mulai mengurut dari awal masalah IUP ini. Termasuk alasan diterbitkan IUP di Pulau Wawonii yang jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Kenapa, kok bebas dari tambang, kok diberi IUP,” jelasnya.

Menurut dia, pemberian IUP di Pulau Wawonii bukan di zaman dia. Namun, sebagai gubernur saat ini, ia wajib bertanggung jawab segala carut marut tambang.

“Saya akan panggil pihak-pihak. Siapa yang terbitkan IUP, kenapa itu diterbitkan. Karena sebagai pemerintah wajib memberikan perlindungan semua kepada investor karena investor ini membawa berkah,” katanya.

Namun demikian, kehadiran investor ini perlu diatur. Sebab, kalau tidak diatasi dengan baik maka bisa menimbulkan masalah kemudian hari.

Lantas akan kah memanggil Lukman Abunawas?

Ali Mazi kembali menegaskan tekadnya itu.

“Saya akan panggil, pertimbangannya karena apa. Ini makanya, beliau masih jalankan tugas di luar daerah. Beliau (Lukman) kita ajak bicara,” tuturnya.

Menurut dia, pemberian izin tentu ada alasannya. Bisa jadi, untuk memajukan daerah termasuk investasi.

“Kita akan dengarkan. Kalau alasannya begitu, maka kita lapor ke pusat,” tuturnya.

“Dasar itu akan saya tanyakan kenapa diterbitkan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dewan Tantang Satpol PP Kendari Gusur Pagar Rumah Nur Alam

Data dihimpun Inilahsultra.com, IUP tambang di Kabupaten Konawe Kepulauan terbit sejak daerah tersebut masih bersatu dengan Kabupaten Konawe. Persisinya saat pemerintahan Wagub Sultra, Lukman Abunawas.

Bupati Konawe dua periode itu meneken sekitar 16 IUP sejak Desember tahun 2007- Maret Tahun 2012. Keseluruhan rata-rata mengolah meneral kromit dan nikel di kawasan pesisir Konkep

Ada 9 IUP dinyatakan telah berakhir. Diantaranya milik PT Hasta Karya Mega Cipta (2008-2015) dengan luas IUP pengolahan kromit 1.354 Ha di Kecamatan Wawonii Selatan. PT Pasir Berjaya (2007-2014) luas IUP 1552 Ha di Wawonii Utara (kromit). PT Derawan Berjaya Mining (2010-2015) mengantongi 2 IUP dengan total luas 4000 Ha di Wawonii Tengah dan Wawonii Timur (kromit). PT Cipta Puri Sejahtera (2008-2015) memegang IUP seluas 2.036 Ha di Wawonii Barat (Nikel).

Disusul pemegang IUP tersebut besar di Konkep yakni PT Natanya Mitra Energy ( 2010-2016). Perusahaan ini mengantongi dua IUP Eksplorasi Tambang Nikel di Kecamatan Wawonii Barat, Wawonii Utara dan Wawonii Timur dengan total luas 7.929 Ha.

PT Investa Pratama Intikarya (2009-2016) dengan luas garapan IUP Nikel 243 ha di Wawonii Selatan.

Terakhir PT Kharisma Kreasi Abadi (2009-2016) luas eksplorasi nikel 547,5 Ha di Wawonii Selatan.

Sementara ada 7 IUP di Kabupaten Konawe Kepulauan yang masa berlakunya masih cukup lama.

Di Kecamatan Wawonii Tenggara dilaporkan ada dua IUP dipegang oleh PT Derawan Berjaya Mining (nikel) dan PT Gema Kreasi Perdana (kromit). Total luas olahan 1.114 Ha. Kedua IUP tersebut berlaku hingga 2028. SK IUP tambang tersebut diteken tahun 2008 saat Lukman Abunawas menjabat Bupati Konawe

Ada dua perusahaan pemegang IUP tambang yang masa berlakunya sama berakhir tahun 2028. Masing-masing PT Bumi Konawe Mining (2010) dan PT Gema Kreasi Persada (2008) Keduanya fokus melakukan eksplorasi tambang nikel di Wawonii Selatan dan Wawonii Barat.

Baca Juga :  Akan Dilapor ke DKPP, Korsek Bawaslu Wakatobi Klaim Penerimaan PPNPNS sesuai Mekanisme

Yang lain yakni PT Alotama Karya (2012) dan PT Komco Karya Mandiri (2011) dan PT Konawe Bakti Pratama (2012) berakhir antara Tahun 2032-2031.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here