Jumlah Pengungsi di Buton Bertambah, Sebagian Mengalami Stres

707
Pengungsi korban bentrokan antar warga dua desa di Kecamatan Siontapina Kabupaten Buton.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Jumlah pengungsi akibat bentrok antar warga dua desa di Kecamatan Siontapina Kabupaten Buton terus bertambah. Saat ini sudah mencapai 1062 orang.

Beberapa orang diantara para pengungsi kini mengalami sakit.

- Advertisement -

Plt Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Buton H Jufri mengatakan, saat ini pihaknya telah mendirikan posko di lokasi pengungsian di Desa Laburunci. Posko ini untuk menangani pengungsi yang sakit.

“Rata-rata yang sakit akibat trauma, akhirnya flu sampai muntah,” ujar Jufri di lokasi pengungsian, Jumat 7 Juni 2019.

Saat ini, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan pendekatan persuasif untuk menahan emosional tinggi yang dialami pengungsi.

“Pengobatan tetap dilakukan tapi faktor utamanya stres. Sehingga saat kita melakukan pendekatan selalu disampaikan ini musibah,” jelasnya.

Kata dia, Dinas Kesehatan Buton sudah menurunkan koordinator posko ditambah tenaga perawat sebanyak 18 orang dan tenaga lain 30 orang. Sementara dokter umum disiapkan sebanyak 8 orang.

Dia menyebutkan, jumlah korban akibat bentrokan sebanyak 12 orang. Dua diantaranya meninggal dunia.

“Dua meninggal kita rujuk di Rumah Sakit Palagimata Kota Baubau untuk divisum. Sementara luka-luka 10 orang masih dalam perawatan medis,” terangnya.

Jufri juga menepis munculnya isu korban yang terkena busur terdapat racun. Hal itu menurutnya tidak benar. Membiru pada bagian tubuh korban akibat benturan besi. Setelah busur dibuka, korban kembali normal.

“Tidak ada racun di busur,” tuturnya.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania
Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga :  BKPPD Buton Dinilai Tidak Profesional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here