Kampung Tenun Wabula, Obyek Wisata di Ujung Timur Buton

305
Wisatawan mancanegara saat mengunjungi Kampung Tenun Wabula, Kamis 22 Agustus 2019.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Salah satu obyek wisata di Kabupaten Buton adalah Kampung Tenun Wabula. Disini akan dijumpai ratusan penenun kain yang membuat berbagai motif kain dengan cantik dan elegan.

Penenun akan banyak dijumpai di kampung ini. Beragam kerajinan tenun dengan berbagai motif pun bisa di jumpai di Kampung Tenun Wabula sebagai salah satu hasil kerajinan tenun warisan budaya dan masih dilestarikan hingga saat ini.

- Advertisement -

Sentra penghasil kerajinan tenun dengan motif khas dan saat ini tengah berkembang salah satunya berada di Desa Wabula 1 dan Desa Wabula 2. Untuk tiba di desa ini dibutuhkan waktu sekitar setengah jam perjalanan dengan menggunakan mobil atau motor bahkan bisa juga dengan Speed Boat.

Dahulu untuk menuju ke Kampung Tenun Wabula yang merupakan kampung paling ujung bagian timur Kabupaten Buton, warga akan kesulitan mengakses jalannya. Pasalnya selain sempit juga berada di ketinggian. Namun saat ini akses menuju kampung tenun ini sangatlah bagus, jalan-jalan sudah teraspal semua.

                       

Hasil kerajinan tenun yang di produksi oleh warga tepatnya yang berada di Desa Wabula berupa kain tenun yang dikenal dengan sebutan kain tenun Buton menjadi salah satu hasil karya seni yang bernilai tinggi serta merupakan kreatifitas dari warga setempat

Menurut salah satu penenun Marwiah, selain bertani dan nelayan hampir sebagian warga di kampung menekuni kegiatan menenun dengan dibantu alat tenun yang masih tradisional, warga sangat mahir dalam melakukan kegiatan menenun ini.

Memang setiap usaha tak terlepas dari kendala proses pemasaran dari kain tenun masih terkendala jauhnya tempat produksi dengan pangsa pasar meski demikian hasil kerajinan tenun ini sudah mulai merambah keluar daerah dengan dibantu oleh wisatawan yang berkunjung ke desa tersebut juga promosi yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton.

Baca Juga :  Tim Kajian Mabes TNI AD Kumpulkan Data Konflik di Buton

Untuk menghasilkan satu helai kain tenun dalam berbagai ukuran dibutuhkan waktu semiggu sampai dua minggu biasanya penenun akan menenun selama sebulan mendapatkan dua kain tenun paling banyak tiga lembar kain tenun.

Untuk harga berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu, harga juga tergantung motif kain tenun itu sendiri jika motifnya biasanya dibandrol Rp 250 perlembar sementara motif bunga agak mahal dibandrol dengan harga Rp 300, biasanya para pembeli menggunakan kain tenun sebagai sarung ataupun dijahit menjadi baju ke kantor, baju adat, salf tergantung selera pembeli.

Untuk menenun kain biasanya warga menggunakan benang dengan menggunakan pewarna alami ataupun dari warna benang itu sendiri, pewarna alami biasanya menggunakan daun ataupun batang kayu, batang kayu yang sering digunakan yakni batang kayu nangka yang menghasilkan warna kuning alami.

Para wisatawan biasanya akan datang berkunjung ke kampung tenun jika ingin melihat proses pembuatan kain tenun dengan menggunakan alat tenun tradisional, penenun akan memperagakan cara pembuatannya kepada para pengunjung.

Beruntung dengan digelarnya festival tenun Buton penenun diberi kesempatan untuk mempromosikan kain tenunan Buton dengan berbagai motif kepada para wisatawan baik lokal ataupun mancanegara.

Jika wisatawan ingin mengunjungi kampung tenun Wabula bukan hanya tenunan yang akan dilihat. Namun Desa Wabula juga punya keindahan pantai yang terbentang di sepanjang perkampungan Wabula.

Pantai di Wabula punya pemandangan indah nan elok membuat mata enggan beranjak jika sudah berada di pantai apalagi warga setempat hingga saat ini masih menjaga keindahan pantai pasir putih di sepanjang perkampungan uang didiami warga lokal disepanjang pesisir Pantai Wabula.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...
     
Baca Juga :  Pemkab Buton Moratorium Penerimaan Tenaga Magang