LPPM UHO Gelar Pelatihan Optimalisasi Peran Modal Sosial dalam Mitigasi Bencana

52
Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar pelatihan Optimalisasi Peran Modal Sosial Dalam Mitigasi Bencana Banjir yang dilaksanakan di Diploma Coffee Kendari. (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar pelatihan Optimalisasi Peran Modal Sosial Dalam Mitigasi Bencana Banjir yang dilaksanakan di Diploma Coffee Kendari, Sabtu-Minggu (19-20/10/2019).

Kegiatan yang diikuti oleh masyarakat Lepolepo yang tergabung dalam Komunitas Peduli Sungai Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga Kota Kendari serta mahasiswa dari jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP-UHO ini didanai oleh hibah internal UHO 2019.

- Advertisement -

Hal ini diusulkan oleh Aryuni Salpiana Jabar (dosen Kesejahteraan Sosial), Wa Ode Lusianai (dosen ilmu komunikasi), Al Basri (dosen kehutanan) dan Yoenita Jaya disastra (dosen pertanian).

Aryuni mengatakan, kegiatan pengabdian tersebut sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap bencana banjir yang setiap tahunnya terjadi di Kelurahan Lepolepo khususnya di kawasan DAS Sungai Wanggu.

                       

“Masyarakat sebenarnya memiliki potensi atau modal sosial dalam bentuk komunitas peduli sungai yang dapat berperan sebagai motor penggerak kegiatan mitigasi bencana banjir baik dalam bentuk mengedukasi. Pentingnya mengembalikan fungsi sungai, melakukan gerakan bersih-bersih sungai dan lingkungan bahkan kegiatan penanganan bencana dan pasca bencana,” jelasnya.

Dalam acara itu juga, hadir sebagai pemateri Dr Asramid Yasin SPi, MSi yang juga akademisi di bidang manajemen lingkungan serta Danial S FHIL sebagai moderator kegiatan pelatihan.

Kegiatan ini, peserta diberikan informasi dan pengetahuan seputar mitigasi bencana banjir serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat bencana banjir.

Melalui kegiatan ini pula dilakukan focus group discussion (FGD) untuk menyusun satuan kerja (satker) Komunitas Peduli Sungai yang telah terbentuk sejak tahun 2015 silam.

Satuan kerja yang terbentuk terdiri dari satuan kerja Hubungan dan Kerjasama Mitra (Kerma), satuan kerja Pra Bencana, satuan kerja Tanggap Bencana serta satuan kerja Pasca Bencana dimana masing-masing satuan kerja tersebut memiliki serangkaian rencana program dan kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan.

Baca Juga :  Mutasi 11 Kepsek SMA, Bupati Konut Disebut Tabrak Aturan

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...