Ketua GP Ansor Sultra Tak Sepakat Aturan Larangan Bercadar

252
Pendais Haq

Kendari, Inilahsultra.com – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Tenggara (Sultra) Pendais Haq menilai larangan menggunakan cadar dan celana cingkrang untuk mengantisipasi radikalisme tidak relevan.

“Saya kira kurang relevan kalau melarang orang soal pakaian cadar dan celana cingkrang, karena itu sudah keyakinan masing-masing dan mungkin mereka sudah merasa nyaman dengan pakaian tersebut,” ujar Pendais Haq saat ditemui di kantornya, Senin 4 November 2019.

Advertisements
- Advertisement -

Pendais menyebut, harusnya pemerintah terlebih dahulu mengkaji dan mempelajari soal radikalisme dan jangan langsung dihubungkan dengan larangan berpakaian.

“Persoalan radikalisme bukan persoalan pakaian. Jadi, radikalisme bukan dinilai dari cara berpakaian, melainkan soal ideologi,” katanya.

Radikalisme, lanjutnya juga, jangan dikaitkan dengan agama, namun perlu dirumuskan dulu konsepsi radikalisme seperti apa.

Pasalnya, radikalisme ini bisa berlaku kepada siapa saja, tidak memandang agama dan suku.

“Radikalisme itu jangan dikaitkan dengan satu agama, jangan sampai akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” jelasnya.

Yang harus dicegah itu, sebut Pendais adalah orang yang sudah berpikir intoleran, tidak mau hidup rukun, kemudian yang menggunakan kekerasan atas nama agama, dan ingin mengubah dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.

“Ini yang disebut radikalisme dalam konteks kita di Indonesia saat ini, bukan melarang keyakinan orang seperti berpakaian cadar dang celana cingkarang,” ungkapnya.

Lanjutnya, banyak wanita bercadar yang juga memiliki pemikiran yang moderat, dan orang yang menggunakan celana cingkrang tidak terpapar radikalisme.

“Dari sisi budaya, cadar itu merupakan budaya Arab. Kita lihat di negara Arab aman dengan pakaian cadar. Lebih baik kita saling menghargai perbedaan untuk menciptakan kedamaian,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...
     
Baca Juga :  Surya Adelia Kembali Menjadi Bunda Paud Koltim