Kembangkan UMKM Buteng, Lahirkan Pengusaha Andal

157
 

Labungkari, inilahsultra.com – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki andil yang cukup besar bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Peluang ini coba ditangkap pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

Dibawah komando Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah (Buteng), H. Samahuddin-La Ntau, peluang pengembangan UMKM ini dimaksimalkan. Bantuan dikucurkan sebagai stimulan dan merangsang tumbuhnya jiwa enterpreuner atau pengusaha setiap masyarakat Buteng.

- Advertisement -

Salah satunya penyaluran bantuan gerobak etalase untuk pelaku UMKM. Pada 2019 ini, tercatat ada 50 unit gerobak etalase dibagikan kepada kelompok masyarakat.

Bupati Buteng, H. Samahuddin mengatakan, pembagian bantuan gerobak estalase ini merupakan upaya pemerintah untuk mendukung pengembangan usaha di Buteng. Menjadi stimulan agar usaha ekonomi kerakyatan bisa berkembang.

“Baru-baru ini kita bagikan 50 unit untuk tiga kecamatan. Masing-masing di Kecamatan Gu 15 unit, Kecamatan Mawasangka 20 unit, dan Kecamatan Talaga Raya 15 unit,” kata H. Samahuddin di Kantor Bupati Buteng, belum lama ini.

La Ramo sapaan akrab H. Samahuddin ini percaya UMKM adalah bagian dari penopang kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah. Olehnya, pemerintah sebagai fasilitator dan regulator akan terus mendorong terwujudnya UMKM yang berperan aktif dalam pengembangan usaha di Buteng.

“Tentu bantuan ini kita harapkan berefek pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bisa melahirkan pengusaha muda yang andal,” katanya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan usaha. Bila ada kerusakan maka sedapat mungkin diperbaiki tanpa menunggu bantuan dari pemerintah.

Kendati begitu, Ia tak menampik bantuan tersebut belum bisa menjamah seluruh elemen masyarakat di Buteng. Olehnya Ia meminta agar masyarakat tetap bersabar.

“Tidak mungkin semua bisa terpenuhi dalam satu waktu karena keterbatan anggaran. Tapi Insya Allah program ini akan terus kita tingkatkan di tahun-tahun mendatang, sedapat mungkin semua kecamatan akan dapat. Ini menjadi komitmen kami untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Buteng, Abidin menambahkan, alokasi bantuan gerobak etalase bagi pelaku UMKM sudah dilaksanakan sejak 2018 lalu. pada 2018 jumlahnya mencapai 30 unit.

Jumlah ini ditingkatkan lagi pada 2019 mencapai 50 unit. Bantuan ini melalui APBD Buteng 2019.

Selain gerobak etalase, Pemkab Buteng juga berencana memudahkan pengurusan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Perbankan. Sebab dalam dua tahun terakhir masyarakat belum memaksimalkan modal usaha ini.

“Berdasarkan data dua tahun terakhir, serapan KUR perbankan hampir tidak ada. Ini menjadi catatan kami untuk mempermudah mendapatkan bantuan itu,” katanya.

Bupati Buton Tengah H Samahuddin dan Wakil Bupati La Ntau saat menyerahkan gerobak etalase kepada salah satu pemuda untuk pengembangan usaha.

Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya minat pelaku usaha mengajukan KUR dikarenakan harus membayar bunga. Besarannya 0,3 persen dari modal yang dipinjam.

Atas kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Buteng menyiapkan langkah dengan menyisipkan dana pendampingan pada 2020 mendatang. Dana ini digunakan untuk membayar bunga dari modal KUR yang diajukan pelaku usaha.

“Kita siapkan dulu Rp 150 juta sebagai langkah awal. Bila dirasa responnya bagus maka ditahun-tahun mendatang akan ditambah. Jadi dana ini untuk membayar bunga pinjaman, pelaku usaha hanya mengembalikan pokok sejumlah yang diajukan, pemerintah yang bayar bunganya,” tambahnya.

Untuk mendapatkan bantuan ini, Dinas Koperasi dan UMKM Buteng memberikan akses mudah. Pelaku usaha tinggal melapor ke dinas teknis.

“Selanjutnya kami yang akan mengawal dengan memberikan surat rekomendasi ke perbankan yang dituju. Dari rekomendasi ini perbankan akan memberikan modal itu. Tentu rekomendasi yang kita keluarkan benar-benar pelaku usaha yang aktif dan produktiif,” katanya. (Adv)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...