Usut Meninggalnya Dua Mahasiswa, DPRD Sultra Dorong Dibentuk TGPF ke Presiden

74
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra mendorong dibentuknya tim gabungan pencari fakta (TGPF) dalam mengungkap kasus meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi dan Muh Yusuf Kardawi pada 26 September 2019 lalu.

Usulan pembentukan TGPF ini telah disampaikan DPRD Sultra ke Presiden Joko Widodo maupun Kapolri.

Wakil Ketua DPRD Sultra Nursalam Lada menyebut, pihaknya sudah beberapa kali menerima aspirasi dari mahasiswa terkait lambannya penanganan kasus meninggalnya Randi dan Yusuf.

“Kami sudah tindak lanjuti ke mabes Polri dan Presiden. Kita kawal aspirasi ini (pembentukan TGPF),” kata Nursalam Lada, Selasa 10 Desember 2019.

Nursalam Lada usai menemui mahasiswa yang menurut dibentuknya TPGF kasus meninggalnya dua mahasiswa di Kendari. (Haerun)

Menurutnya, selain mendorong dibentuknya TGPF, DPRD juga mendorong agar pengungkapan kasus meninggalnya dua mahasiswa bisa transparan dan terbuka. Tentunya, wakil rakyat juga mendukung penegakan hukum.

“Kami juga konsen soal ini karena bicara keadilan. Kami minta kasus ini untuk dituntaskan,” jelasnya.

Ia mengaku, Komisi I DPRD Sultra sudah pernah mengundang Polda Sultra untuk membahas tindak lanjut perkembangan pengungkapan meninggalnya dua mahasiswa.

Hanya saja, sejauh ini belum ada penjelasan dari Komisi I DPRD Sultra seperti apa jawaban polisi.

Sejauh ini, lanjut politikus PDI Perjuangan ini, sudah ada satu tersangka atas meninggalnya mahasiswa Randi. Namun, untuk kasus Yusuf, belum diketahui pelakunya. Termasuk korban penembakan lainnya, Putri dan Oksa.

“Makanya, ini dikawal agar kebenaran itu diungkap. Nanti kami akan tanyakan juga ke Polda,” tuturnya.

Di waktu yang sama, dalam memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia, puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Forum Mahasiswa Sultra Bersatu menggelar demo di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, Selasa 10 Desember 2019.

Dalam aspirasinya, mahasiswa kembali mengungkit kasus meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari Muh Yusuf Kardawi dan Randi pada peristiwa Kamis 26 September 2019.

Koordinator aksi, Rahman Manangkiri menyebut, kasus meninggalnya Randi dan Yusuf tidak bisa hilang begitu saja tanpa ada presur dari semua pihak.

Kedatangan mahasiswa di DPRD Sultra, kata Rahman, menuntut agar pengungkapan kasus ini harus melibatkan peran dewan sebagai perwakilan rakyat.

“DPRD Sultra harus bersikap atas kasus ini. Harus mendesak aparat kepolisian mengungkap kasus ini,” katanya.

Kawat duri dibentangkan. Staf DPRD Sultra dan mahasiswa berdialog agar kawat duri untuk dibuka dan selanjutnya mahasiswa menemui pimpinan DPRD Sultra. (Haerun)

Ia mengaku, DPRD Sultra harus membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) terkait kasus meninggalnya Randi dan Yusuf.

Sebab, menurut mahasiswa, pengungkapan kasusnya terkesan setengah hati. Kasus Randi sudah diungkap pelakunya namun penerapan pasal terhadap tersangka penembakan hanya kategori kelalaian bukan atas perintah secara hierarki institusi kepolisian.

Kemudian, kasus meninggalnya Yusuf Kardawi belum ada titik terang sampai saat ini.

Oleh polisi, Yusuf meninggal karena mengalami pendarahan di kepala usai terbentur akibat benda tumpul.

Klaim polisi ini tidak langsung dipercaya oleh mahasiswa. Sebab, berdasarkan hasil investigasi Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) berikut keterangan saksi bahwa Yusuf kena tembak di kepala.

Tak hanya itu, dua korban hidup lainnya yang kena tembak isunya mulai menguap. Padahal, Oksa dan Putri yang masing-masing kena peluru di lengan kanan dan di betis, tidak menjadi dasar untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku penembakan.

Atas dasar sumirnya penanganan kasus meninggalnya dua mahasiswa hingga dua korban lainnya, mahasiswa mendesak DPRD untuk menjalankan kewenangannya mendorong dibentuknya TGPF.

“Jangan sampai nyawa di negeri ini begitu murah untuk dihilangkan,” tuturnya.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan satu anggota kepolisian sebagai tersangka berinisial AM. Ia menjadi tersangka meninggalnya Randi.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...