Ali Mazi : Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-48, Momentum Berharga Tim Penggerak PKK di Sultra

222
 

Kendari, Inilahsultra.com – Peringatan Hari Kesatuan PKK Ke-48 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diselenggarakan di Rumah jabatan Gubernur Sultra, Rabu 11 Maret 2020.

Acara ini dihadiri oleh Anggota DPR RI, Hj. Dra. Tina Nur Alam dan Anggota DPD RI, Ibu Andi Nirwana Tafdhil, serta diikuti oleh kader-kader PKK dari 17 kabupaten kota se Sultra.

- Advertisement -

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Ali Mazi menyampaikan, peringatan hari kesatuan gerak PKK ini menjadi momentum berharga bagi jajaran Tim Penggerak PKK di Sultra, untuk memberdayakan keluarga dalam meningkatkan kesejahteraan di masyarakat.

Ali Mazi saat berbincang dengan ibu PKK di Peringatan Hari Kesatuan PKK Ke-48 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). (Istimewa)

Untuk itu, lanjut orang nomor satu di Sultra ini, meminta pengurus PKK terus memotivasi diri dan memperkuat komitmen dalam meningkatkan peran dan fungsi strategisnya sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali, dan penggerak pada masing-masing jenjang demi terlaksananya program PKK.

Adapun program PKK, yakni, penghayatan dan pengamalan pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat.

“PKK harus memantapkan konstruksi membangun masyarakat menuju terwujudnya keluarga sehat, sejahtera, maju, mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan,” ujarnya.

Ketua Gerakan PKK Sultra Agista Ariany Ali Mazi saat menyerahkan hadiah di acara Peringatan Hari Kesatuan PKK Ke-48 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). (Istimewa)

Selain itu, Ali Mazi menjelaskan, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup keluarga sangat diperlukan konsistensi dalam melaksanakan 10 program pokok PKK, dengan menggelorakan semangat kaum perempuan (Ibu) untuk terus bersatu mengupayakan peningkatan kualitas keluarga. Sehingga dapat melahirkan putra-putri yang sehat (bebas stunting).

“Melalui pola asuh dan pemberian makanan bernutrisi gizi lengkap, seimbang, menyehatkan dan membentuk putra-putri yang cerdas dengan pendidikan berkualitas,” tutupnya. (Adv).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...