Riwayat Perjalanan 6 ODP Tambahan di Kota Kendari, dari Muna dan Pekerja Tambang Morosi

1507
 

Kendari, Inilahsultra.com – Tim Satgas Percepatan Penaganan Covid-19 Kota Kendari mengumumkam riwayat perjalanan enam tambahan orang dalam pemantauan (ODP) virus corona.

Hal ini diumumkan Ketua Tim Satgas Percepatan Penaganan Covid-19 Kota Kendari, dr. Alghazali Amirullah pada saat konferensi pers di Rujab Wali Kota Kendari, Minggu 29 Maret 2020

- Advertisement -

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kendari menjelaskan riwayat perjalan enam tambahan ODP dengan identitas penomoran mulai 33 sampai 38. Untuk ODP 33 memiliki riwayat perjalanan dari Semarang pada 3 sampai 14 Maret.

Kemudian yang bersangkutan lanjut perjalanan di Kota Raha di Kabupaten Muna pada 14 sampai 18 Maret dengan kegiatan tertentu, dan pulang di Kendari pada 18 Maret. Setelah itu dikonfirmasi kepada Pendeta asal Makassar 26 Maret sehingga yang bersangkutan ditetapkan ODP.

“Saat ini beliau sendiri dinyatakan sebagai ODP telah dan melakukan isolasi mandiri di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Kota Kendari,” ungkapnya.

Kemudian ODP 34, pulang dari Jakarta pada 23 Maret dan pada 24 Maret merasa demam dan memeriksakan diri ke Rumah Sakit Ismoyo dengan suhu 36,7 derajat celcius.

“Namun suhu badannya mengalami peningkatan begitu signifkan. Kemudian beliau melakukan isolasi mandiri di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Kota Kendari,” ungkapnya.

Kemudian ODP 35 pekerja atau karyawan tambang di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, pulang ke Kendari pada 17 Maret merasa tidak enak badan. Kemudian berobat ke rumah sakit dan melakukan isolasi mandiri.

Kemudian ODP 36 pekerja atau karyawan tambang atau karyawan di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, pada 23 Maret pulang ke Kendari dan mengalami ganguan kesehatan mulai dari batuk, flu, dan demam.

ODP 37 merupakan pekerja atau karyawan tambang di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, pada 23 Maret ke Kendari. Dua hari kemudian pada 25 Maret mengalami ganguan kesehatan dengan batuk, flu, dan demam.

Setelah dilakukan konfirmasi dan pemeriksaan, yang bersangkutan dinyatakan sebagai ODP.

“Saat ini ketiga ODP pekerja tambang di Morosi sedang melakukan isolasi mandiri di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Kota Kendari,” jelasnya.

Terakhir ODP 38 pada 28 Maret pulang dari Pulau Jawa, kemudian setelah mengalami keluhan seperti batuk, flu dan demam diberikan pengobatan dan
yang bersangkutan diisolasi mandiri.

Untuk diketahu, jumlah ODP di Kota Kendari yang masih berstatus dalam pemantauan berjumlah 38 orang yang sebelumnya berjumlah sebanyak 119 orang, dan 81 orang sudah melewati proses karantina mandiri selama 14 hari dan dinyatakan sehat.

Sementara untuk pasien PDP tersisa 7 orang dari total 11 orang dan 4 orang sudah selesai proses karantina. Sementara sampai saat ini pasien positif Covid-19 tetap 1 orang.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...