Ridwan Bae : Hentikan Diskusi Politik, Saatnya Fokus Keselamatan Warga dari Corona

958
 

Kendari, Inilahsultra.com – Tujuh kasus baru virus corona di Kabupaten Muna turut membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ridwan Bae prihatin.

Bagaimana tidak, Muna adalah daerah yang pernah diampunya dua periode. Ia pun mendorong agar pemerintah di daerah itu untuk sigap dan waspada terhadap penyebaran virus corona ini.

- Advertisement -

Kepada Inilahsultra.com, politikus Golkar ini menyebut, Bupati Muna LM Rusman Emba, Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada, Bupati Buton Utara Abu Hasan dan Bupati Buton Tengah Samahuddin agar kompak dalam memutus rantai penularan virus ini.

Sebab, kata Ridwan, masyarakat empat daerah ini memiliki keterkaitan satu sama lain dan memiliki jarak yang sangat dekat.

Warga Muna memiliki riwayat perjalanan ke Buteng, Muna Barat dan Buton Utara. Begitu pula dari Muna Barat pasti ke Muna, Buteng dan Butur misalnya.

“Empat daerah ini boleh dibilang saudara. Untuk itu, kepala daerahnya harus kompak dalam memutus mata rantai virus ini,” kata Ridwan Bae, Senin 20 April 2020.

Ridwan menjelaskan, koordinasi antar-kepala daerah ini penting dalam membangun komunikasi pencegahan di perbatasan masing-masing.

“Kita tidak ingin ada lagi penambahan kasus di Muna. Bayangkan, tujuh kasus sekaligus dan melonjak secara drastis. Ini harus segera diantisipasi dengan menerapkan secara ketat protokol penanganan covid-19,” bebernya.

Ia menyebut, pembahasan politik di Muna sudah harus dihentikan dan lebih fokus pada penanganan covid-19.

“Secara politik tidak bisa hindarkan menghadapi pilkada, tetapi bahwa yang harus diutamakan berpikir keselamatan masyarakat. Karena pada dasarnya menjadi bupati untuk keselamatan rakyat,” ujarnya.

Menurut Ridwan, tenaga dan pikiran sudah harus dicurahkan dalam upaya penanganan dan pencegahan virus mematikan ini. Sebab, bukan tidak mungkin, Muna dengan tujuh kasus baru sudah terjadi transmisi.

“Sudah saatnya hentikan kampanye. Masyarakat harus diimbau untuk tetap di rumah saja dulu. Hindari kegiatan pertemuan. Jangan ada calon calon bupati mengumpulkan orang atau semacam pertemuan, kalau dilakukan justru membunuh rakyatnya sendiri,” imbuhnya.

Ridwan juga menyarankan agar kepada seluruh bupati di Sultra, tidak terkecuali di empat daerah itu, untuk segera merealokasi atau merefokusing APBD untuk digunakan dalam pencegahan virus corona.

“Anggaran itu harus digunakan untuk kepentingan masyarakat dan penanganan virus corona. Misal, untuk membiayai alat kesehatan, alat pelindung diri tenaga medis dan kebutuhan warga selama isolasi diri,” bebernya.

Ia juga meminta kepada warga agar patuh dan taat pada imbauan pemerintah. Sebab, cara paling mudah memutus mata rantai virus corona ini adalah tetap di rumah saja.

“Tapi pemerintah harus memiliki kewajiban membiayai kebutuhan warga selama di rumah. Ini yang harus dilakukan pemerintah daerah di sana dalam memutus rantai virus corona. Warga jangan diminta tidak keluar rumah namun dibiarkan kelaparan. Itu bisa mati kelaparan juga. Pemerintah harus siapkan jaring pengaman ekonomi untuk warganya,” tegasnya.

Kepada pasien yang dinyatakan positif, Ridwan meminta agar patuh dan tidak keras kepala. Sebab, kata dia, potensi penularan bisa saja terjadi di masyarakat jika mereka tidak patuh terhadap proses karantina.

“Pemerintah itu punya hak paksa terhadap warganya. Apalagi masalah corona ini. Yang terinfeksi atau positif, harus dikarantina di rumah sakit dan dirawat secara maksimal. Pemerintah juga harus memperhatikan kebutuhan tenaga medis kita jangan sampai mereka juga terinfeksi karena APD yang tidak lengkap,” tuturnya.

Penulis : Jusbar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...