KM Mega Abadi Ditolak Sandar di Baubau dan Busel, La Bakry Persilahkan di Buton Demi Kemanusiaan

1395
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Setelah terombang-ambing selama 7 hari 7 malam dan ditolak di berbagai pelabuhan kapal kargo KM Mega Abadi membuang sauh di Pelabuhan Banabungi Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton.

Kapal kargo tersebut memuat penumpang asal Kepulauan Buton yang hendak mudik. Sejatinya Kapal tersebut menurunkan penumpang di Kota Baubau, Kamis Malam 30 April 2020. Namun Kota Baubau yang masuk wilayah zona merah Covid-19 tidak mengizinkan dan warga menolak kapal tersebut untuk menurunkan penumpang.

- Advertisement -

KM Mega Abadi melanjutkan perjalanan Pelabuhan Bandar Batauga, Kabupaten Buton Selatan. Namun warga Bumi Gajah Mada itu juga menolak kapal untuk membuang sauh.

Hingga akhirnya Pemerintah Kabupaten Buton, membolehkan kapal berlabuh di Pelabuhan Banabungi Pasarwajo. Meski diterima berlabuh di Kabupaten Buton, namun Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 telah menyiapkan protokol kesehatan yang ketat.

Tujuannya, untuk mengantisipasi jika terdapat Virus Corona alias Covid-19 pada penumpang yang akan turun.

“Kapal berlabuh di Pelabuhan Banabungi sekitar pukul 09.00 WITA. Satgas telah menyiapkan protokol penanganan yang ketat,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kabupaten Buton, dr Hayun.

Para penumpang diperiksa kesehatannya. Jika ada yang menunjukan gejala Covid-19 akan dilakukan tes antibodi. Pemkab Buton juga telah menyiapkan tempat karantina terpadu untuk 25 orang warganya yang turun dari KM Mega Abadi.

Sementara itu kepada para penumpang daerah lain, Kota Baubau, Buton Tengah, Buton Selatan, Wakatobi, dan Kabupaten Muna, kata dr Hayun, pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan daerah masing-masing.

Penumpang kapal terdiri dari 31 Warga Kabupaten Buton, 1 Warga Kabupaten Busel, dan 5 Warga Kabupaten Wakatobi. Sedangkan 19 Warga Kota Baubau, Kabupaten Buteng, dan Kabupaten Muna, dijemput langsung oleh pihak Pemkot Baubau.

“Untuk penumpang dari daerah lain itu, akan dijemput oleh Pemda masing-masing. Kami hanya berkewajiban menurunkan dan memeriksa suhu tubuh mereka saja,” kata Hayun.

Karantina mandiri, lanjut Hayun, akan dilakukan selama 14 hari dan edukasi untuk tidak keluar rumah, cukup di kamar saja, harus pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan menerapkan perilaku hidup sehat.

“Jika muncul gejala yang dicurigai Corona segera melapor ke Satgas. Intinya mereka dimonitor tiap hari oleh petugas surveilans,” tutur dr Hayun.

Bupati Buton La Bakry pada kesempatan itu mengatakan, diizinkannya KM Mega Abadi yang memuat sekira 60 penumpang termasuk didalamnya warga Buton itu didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan.

“Ini menyangkut kemanusiaan. Penumpang kapal sudah berada 7 hari 7 malam di laut. Kapal sudah kehabisan logistik,” kata La Bakry.

“Selain warga Buton, penumpang yang turun di Pelabuhan Banabungi tersebut juga ada warga Busel, Baubau, dan Wakatobi. Namun, pada prinsipnya mereka semua adalah orang Buton,” tambahnya.

Pemkab Buton, kata La Bakry, telah menyiapkan tempat di eks Kantor Bupati Buton. Mereka akan dikarantina sampai batas yang telah ditetapkan protokol kesehatan.

“Tetap akan mengikuti protokol kesehatan di rumah masing-masing ataupun oleh pemda masing-masing,” sebutnya.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...