Kader PDI Perjuangan di Sultra Ikut Kutuk Pembakaran Bendera PDIP

348
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sekretaris DPD PDIP Sulawesi Tenggara (Sultra), Hasrat mengutuk keras pelaku pembakaran bendera berlogo Banteng itu pada saat demo penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di Gedung DPR RI, pada Rabu 24 Juni 2020 kemarin.

“Kami mengutuk keras pelaku pembakaran bendera PDIP. Itu merupakan bukti bahwa mereka orang-orang yang anti terhadap Pancasila dan kedamaian,” ujar Hasrat, Jumat 26 Juni 2020.

- Advertisement -

Anggota DPRD Sultra itu meminta seluruh kader PDIP di Sultra untuk tidak terprovokasi akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Seluruh kader PDIP di Sultra untuk tetap fokus dan solid bergerak pada kerja-kerja sosial bersama rakyat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

“Ini murni perbuatan melawan hukum, karena itu kami meminta kepolisian mengusut tuntas pelaku kejahatan ini,” tambahnya.

Kata Hasrat, bendera partai bukanlah sekedar simbol tapi itu merupakan martabat dan kehormatan partai.

“Tindakan pembakaran adalah bentuk penghinaan terhadap PDIP dan demokrasi,” jelasnya.

Menurut dia, RUU HIP justru dirumuskan untuk menjaga dan membela Pancasila dari berbagai ancaman ideologi lain yang merongrong.

“Sejak semula RUU HIP ini juga disetujui semua fraksi. Sekarang saja tiba-tiba mereka cuci tangan dan memanfaatkan keawaman rakyat untuk membangun pencitraan,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama 32 tahun PDIP ditikam oleh Orde Baru (Orba), tapi banteng tetap berdiri tegak. Terlebih lagi hanya direcoki oleh bayang-bayang Orba dengan memanfaatkan keawaman umat untuk merusak kedamaian negeri ini.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...