Penjemputan Rajiun-La Pili, Banyak Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan Covid-19

1723
 

Raha, Inilahsultra-com– Pelabuhan Nusantara Raha, Kabupaten Muna tetiba dipadati ribuan masyarakat terkait dengan penjemputan Calon Bupati dan Wakil Bupati Muna LM Rajiun Tumada-La Pili . Minggu sore, 9 Agustus 2020.

Ribuan massa yang berdatangan untuk menjemput pasangan yang berakronim RAPI itu yang baru saja mendapatkan rekomendasi Partai Nasdem, Demokrat dan PPP, tiba di pelabuhan sekitar pukul 16.00 WITA melalui kapal cepat.

- Advertisement -

Padahalnya, beberapa hari sebelumnya juga, pasangan yang digadang-gadang menjadi kompotitor petahana di pilkada Muna itu mempunyai riwayat perjalanan dari daerah pandemi di Jakarta.

Sayangnya, dari ribuan massa yang menjemput, masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19, misalnya saja tidak menggunakan masker, dan berdesak-desakan.

Salah seorang warga Nursahida Mada yang juga ikut dalam kegiatan itu mengaku, cepat meninggalkan lokasi kerumunan massa, karena merasa khawatir tertular virus Corona.

”Banyak yang tidak pakai masker, kemudian berdesak-desakan. Itumi tadi saya cepat pulang,” singkat dia.

Warga lainya yang ikut dalam penjemputan, Wa Ode Herlani juga mengaku bahwa ribuan masyarakat memang memadati pelabuhan, namun banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. “Ramai, iya banyak yang tidak pakai masker,” tuturnya.

Melihat kondisi itu, ia berharap Pemkab Muna mengambil langkah-langkah agar kegiatan yang melibatkan banyak orang wajib menerapkan protokol kesehatan COVID-19 agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Virus Corona di Kabupaten Muna.

Jurnalis inilahsultra-com mencoba menghubungi Jubir Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Muna, La Ode Wahid Agigi soal dugaan terabaikannya protokol kesehatan. Namun sayangnya, Wahid enggan memberikan komentar terkait ribuan masa yang melakukan kerumunan di Pelabuhan Nusantara Raha itu.

“Oh iya. Bisa WA (WhatsApp) saya ya. Ada nomor WA nya sama kita ya. Nanti saya jawab lewat WA,” ucapnya.

Dilansir dari media CNN Indonesia, Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara melaporkan peningkatan 70 kasus baru virus corona di Bumi Anoa, Selasa 4 Agustus 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra La Ode Rabiul Awal mengatakan peningkatan kasus baru yang cukup signifikan ini dikarenakan masyarakat mulai abai dengan protokol kesehatan.

“Kita makin terbuka berinteraksi dan kepatuhan (protokol kesehatan) makin rendah,” kata Rabiul kepada CNNIndonesia.com, Selasa 4 Agustus 2020.

Per 4 Agustus 2020, akumulasi jumlah kasus positif virus corona di Sultra sebanyak 859 kasus dengan 70 kasus baru yang diumumkan hari ini.

Ke-70 kasus baru ini berasal dari Kota Kendari 48 orang, Muna 2 orang, Kolaka 5 orang, Konawe Selatan 6 orang, Kota Baubau 7 orang dan Buton Tengah 2 orang.

Selain tambahan kasus baru, ada tambahan 73 kasus sembuh pada hari ini terdiri dari Kota Kendari 28 orang, Buton 36 orang dan Muna 9 orang.

Total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 601 orang dan pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 244 orang serta meninggal tetap 14 orang.
Rabiul menyebut 70 kasus baru yang dipublikasikan hari ini bukan mencerminkan kasus sehari/harian.

Reporter : Muh Nur Alim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...