Tak Pakai Masker di Buton, Sanksi Denda Menanti

327
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton akan memberlakukan sanksi berupa denda terhadap warga yang beraktivitas di wilayah Kabupaten Buton jika tak menggunakan masker. Denda yang akan diterapkan tersebut berkisar Rp 50 Ribu sampai Rp 100 Ribu sekali melanggar.

Sanksi tersebut akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Wilayah Kabupaten Buton.

- Advertisement -

Selanjutnya Raperbub tersebut ditetapkan menjadi Perbub.

Wakil Bupati Buton Iis Elianti, yang memimpin rapat pembahasan Raperbub mengatakan, seluruh masukan dari pihak terkait akan menjadi bahan masukan bagi Bagian Hukum Setda Buton untuk menyempurnakan Raperbup menjadi Perbup.

Sanksi yang diatur meliputi sanksi kategori ringan, sedang, dan berat serta bentuk sanksi berupa teguran lisan atau tertulis, kerja sosial dan denda administratif.

“Sanksi untuk pelaku usaha misalnya harus lebih terperinci klasifikasi pelaku usahanya sehingga akan menentukan besaran sanksi dendanya. Selain itu, aspek sosialisasi harus pula menjadi perhatian penting karena aturan yang dibuat tidak akan berhasil tanpa adanya sosialisasi yang menyeluruh,” tambah politikus PAN ini.

Bila Perbup sudah ditetapkan, kata Iis, segera disosialisasikan secara masif kepada masyarakat.

Istri mantan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun ini berharap, Perbup secepatnya ditetapkan supaya penyebaran Covid-19 segera berakhir.

Sementara itu mewakili Kajari Buton, Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) La Ode Fariadin, SH mengatakan, subjek pelanggar harus didefinisikan sehingga tidak menimbulkan multi tafsir.

Selain itu, besaran sanksi denda agar ditinjau kembali karena dinilai masih tinggi dibanding tingkat perekonomian masyarakat Kabupaten Buton.

“Kemudian siapa yang bertanggung jawab dengan pungutan dendanya dan denda akan disetorkan kemana,” sarannya.

Hal serupa diungkap Kabag Sumda Polres Buton mewakili Kapolres, AKP Syakhrir.

“Besaran denda diharapkan bisa diturunkan karena besaran Rp 100 ribu dinilai masih tinggi untuk perorangan. Ada baiknya kita melibatkan para tokoh masyarakat untuk mendapatkan sanksi yang ideal menurut masyarakat,” ungkapnya.

Kabag Hukum Setda Buton, Fakharuddin Muhamad Satu menjelaskan, sesuai Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 dan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, maka perilaku masyarakat khususnya di Kabupaten Buton harus dirubah. Masyarakat dapat dipaksa untuk selalu mengenakan masker melalui aturan seperti Perbup.

“Jadi jika ditemukan masyarakat tidak menggunakan masker maka akan dikenakan denda administrasi juga sanksi sosial,” katanya

Turut hadir pada kegiatan ini, Dandim 1413 Buton diwakili Danramil Pasarwajo, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Buton, para Kepala OPD terkait atau yang mewakili dan Kabag Hukum Setda Buton.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...