Mutmainnah, Dokter Pertama di Sultra yang Meninggal karena Covid

4886
 

Kendari, Inilahsultra.com Dokter Mutmainnah Prianti Hamid yang bertugas di Puskesmas Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan dokter pertama di Bumi Anoa yang tercatat meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Rabiul Awal, meski Mutmainnah adalah anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sultra, namun ia adalah dokter pertama yang dinyatakan meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona.

- Advertisement -

“Berdasarkan catatan kami, almarhumah dokter pertama di Sultra yang meninggal karena covid,” kata Rabiul Awal, Minggu 30 Agustus 2020.

Untuk anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra, lanjut Rabiul, sudah ada 27 orang yang terinfeksi virus corona dan tidak ada yang meninggal dunia.

Selain dokter, sudah ada ratusan tenaga kesehatan yang turut terinfeksi dan beberapa di antaranya meninggal dunia. Data IDI Sultra per Juli kemarin, sudah ada 150-an tenaga kesehatan maupun tenaga medis yang terinfeksi virus corona di Bumi Anoa.

Rabiul menyebut, dokter dan tenaga kesehatan lainnya paling rentan dengan infeksi virus corona karena mereka berada di garda terdepan dalam penanganan covid maupun kontak langsung dengan pasien yang mengeluhkan sakit.

Menurut dia, kebanyakan dokter dan tenaga kesehatan yang terinfeksi tidak bertugas di tempat perawatan pasien covid.

“Melainkan ada yang di UGD dan ruang persalinan. Ini menunjukkan bahwa potensi terpaparnya tenaga kesehatan bisa saja terjadi saat menangani pasien. Bisa jadi, pasien yang ditanganinya itu adalah orang tanpa gejala,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, IDI Sultra bersama organisasi kesehatan lainnya akan mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah daerah dalam hal perlindungan terhadap tenaga kesehatan.

dokter MPH awalnya mengalami sesak napas, tidak enak badan dan demam. Ia sempat dirawat di rumahnya.

Namun karena kondisinya makin parah, ia kemudian dibawa ke RSU Bahteramas pada 29 Agustus 2020 pukul 16.15 WITa.

“Setelah dilakukan swab, hasilnya positif,” jelas Rabiul.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra ini mengaku, satu bulan sebelumnya, mertua dokter ini meninggal dunia.

“Namun, kita tidak bisa simpulkan apakah terinfeksi dari keluarganya atau di luar,” imbuhnya.

Menurut dia, sulit untuk menyimpulkan dimana lokasi mereka terinfeksi di tengah kasus corona di Sultra, khususnya di Kota Kendari yang terus meningkat.

Ia menyebut, semua orang berpotensi menjadi penular dan bahkan ditulari.

“Sekarang kita masuk transmisi komunitas. Ibaratnya, kita ini sedang dikepung oleh virus,” imbuhnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...