Pilkades di Tengah Pandemi Covid-19, Menjamin Keamanan dan Kesehatan

371
 

Empat Anggota Polres Baubau, lima Anggota TNI Kodim 1413 Buton, dua Pol PP, dua Linmas dan dua petugas kesehatan berkolaborasi mengamankan situasi keamanan di TPS. Selain keamanan, mereka juga kerja ekstra menegakkan protokol kesehatan agar pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) tak menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Laporan: LM Arianto

- Advertisement -

Pagi hari, Minggu 20 Desember 2020, sembilan petugas Panitia Pemilihan Tingkat Desa (PPDT) di TPS 01 Desa Rahia, Kecamatan Gu, Kabupaten Buteng mulai bersiap. Nampak pula pihak keamanan dan petugas kesehatan sudah berada di pos masing-masing.

Hari itu, cuaca cukup cerah. Namun mentari malu-malu bersinar karena tertutup awan tipis.

Tepat pukul 07.30 Wita, Pengawas Protokol Kesehatan Covid-19 Polres Baubau, Iptu La Bela mulai memimpin apel. Doa dipanjatkan kepada yang kuasa agar pelaksanaan Pilkades Buteng tak ada kendala, berjalan aman dan tentunya sehat.

Imbauan Kapolres Baubau pun ditegaskan agar masyarakat tahu pentingnya menjaga keamanan dan memutus penularan wabah Covid-19 bersama-sama.

Suasana TPS 01 Desa Rahia tak seperti pemilihan yang lalu-lalu. Di masa pandemi Covid-19 ini, semua mekanisme dan prosedur pemungutan suara diatur berdasarkan protokol kesehatan.

Di lokasi TPS, tempat cuci tangan dari ember warna biru sudah terpasang. Sabun, hand sanitizer dan tisue juga ikut menemani.

Kursi disusun agak berjarak. Sekitar 1 atau 2 meter jauhnya.

Tepat di pintu masuk, dua petugas kesehatan sudah siap dengan Thermogun di tangannya. Mengecek suhu tubuh satu persatu masyarakat yang hendak menyalurkan suara memilih pemimpin desanya.

Di dalam ruangan TPS, tempat panitia dibuat sekat dari plastik bening. Kursi tunggu hanya disiapkan empat buah, menjaga agar tidak terjadi kerumunan di dalam TPS.

Pelaksanaan Pilkades 2020 ini memang cukup berbeda. Sebab tugas bersama panitia dan seluruh jajaran bukan hanya mengamankan pilkades tetapi juga memastikan pilkades tidak menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Salah seorang warga saat menyalurkan hak pilihnya dalam Pilkades di Kabupaten Buton Tengah.

Bupati Buteng, H. Samahuddin menjelaskan, pilkades saat ini dilaksanakan pada masa Covid-19. Olehnya, segala prosedur, mekanisme dan tahapan pelaksanaan pilkades harus menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai bagian komitmen dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, semua bersepakat bahwa pelaksanaan pilkades serentak tahun 2020 ini tidak menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19.

“Olehnya itu, dalam menyukseskan pilkades serentak tahun 2020 ini, kita telah melahirkan sebuah regulasi Peraturan Bupati Nomor 35.a tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak tahun 2020,” katanya.

Kapolres Baubau, AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari mengaku menyiapkan 250 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades Buteng. Pengamanan dibantu juga satu peleton Brimob, dua regu tim Panther dan Anggota TNI 1413 Buton.

“Setiap TPS kita tempatkan personel, kita juga siagakan personel yang memantau wilayah untuk mengantisipasi kerumunan dan tindak kriminal yang tidak diinginkan,” kata pria dengan dua melati di pundaknya ini.

Pilkades setentak 2020 ini diikuti 16 desa se-Kabupaten Buteng. Ada 32 TPS yang disiapkan.

“Karena pilkades dilaksanakan di masa pandemi, maka kita sudah melakukan antisipasi sejak awal. Pertama memastikan petugas Panitia Pemilihan Tingkat Desa (PPDT) bebas dari paparan Covid-19 dengan cara uji rapis test dan membangi waktu pencoblosan tiap dusun agar tidak datang di waktu yang bersamaan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Buteng, Armin.

Kepala Dinas Kesehatan Buteng, Kasman menerangkan, di tiap TPS, petugas kesehatan ditempatkan. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.

“Petugas kita siap di depan pintu masuk. Setelah masyarakat mencuci tangan, maka selanjutnya diukur suhu tubuh. Bila didapati suhunya tidak normal maka akan ditempatkan di bilik khusus,” katanya.

Ketua PPDT TPS 01 Desa Rahia, Arwin mengaku pihaknya menjalani rapid tes pada 16 Desember. Terdapat sembilan orang panitia dengan hasil secara keseluruhan non reaktif.

“Saat menjalankan tugas, kami sudah disiapkan APD berupa masker, kaos tangan steril dan faceshield. Di lokasi TPS juga disediakan tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer. Termasuk alat suhu tubuh yang dilakukan petugas kesehatan dibantu pihak keamanan. Secara keseluruhan, pelaksanaan pilkades berjalan aman dan sehat,” tandasnya. (***)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...