Bupati Buton: Tradisi Pakande Ana-ana Maelu Harus Dilestarikan

33
Bupati Buton La Bakry saat menggelar ritual Pakande Ana-ana Maelu sebagai rangkaian peringatan 10 Muharam, Kamis 19 Agustus 2021.
Bacakan

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton menggelar ritual ‘Pakande Ana-ana Maelu’. Tradisi warisan leluhur Buton tersebut digelar dalam rangakaian 10 Muharam.

-Advertisements-

Acara ini digelar bersama Forkopimda Kabupaten Buton dan perangkat Masjid Keraton Buton. Ritual yang digelar untuk pertama kalinya tersebut dipusatkan di Aula Rujab Bupati Buton, Kamis 19 Agustus 2021.

Bulan Muharam dikenal sebagai salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Sebab Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Karenanya banyak negeri-negeri Islam memuliakan bulan ini dengan tradisi dan budayanya masing-masing.

Oleh karena itu, Bupati Buton La Bakry menggelar Tradisi ‘Pakandeana ana-ana maelu’ – memberikan makan anak yatim piatu. Tradisi  tersebut merupakan syarat makna kemanusiaan yang hadir sejak 6 abad silam, atau sekitar tahun 1500-an, atau sejak masuk Islam di Buton.

Berjumlah 44 anak yatim piatu yang berasal dari masing-masing desa dan kelurahan mengikuti tradisi yang dimulai dengan membasuh ubun-ubun anak anak yatim, dan memberikan makan serta memberi santuanan kepada anak yatim. Tradisi tersebut mengandung makna mendoakan anak yatim piatu diberi umur panjang, rezki yang halal dan keteguhan iman.

Lakina Agama Masjid Agung Keraton Buton, Drs. H. LM Kariu mengatakan, tradisi ini sudah hampir punah, harus kita sadari bahwa ini merupakan bentuk prihatinan kita terhadap anak-anak yatim itu sangat penting.

“Karena sesungguhnya anak-anak kita ini masih membutuhkan pendekatan dengan orang tuanya tetapi nauzubillah mereka sudah ditinggalkan. Oleh karena itu, kewajiban kita sebagai umat muslim harus betul betul terbuka hati kita,” katanya.

Lakina Agama menyampaikan atas nama Perangkat Masjid Agung Keraton Buton meminta kepada Bupati Buton La Bakry untuk kedepannya lebih dibangkitkan lagi santunan terhadap anak yatim.

Pada kesempatan ini, Bupati Buton La Bakry sangat bersyukur dan berterimakasih atas kehadiran Perangkat Masjid Agung Keraton Buton dibulan yang dimulia ini.

Dalam sambutannya Orang Nonor Satu di Kabupaten Buton ini mengatakan, untuk terus memuliakan dan apa yang kita lakukan hari ini Allah meridhoi kita semua.

“Saya berharap semua di Kepulauan Buton mulai dari Wakatobi, Bombana, Kabaena, Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Tengah, Buton Selatan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk saling mendoakan sehingga Allah memberikan keberkahan langkah kita semua,” katanya.

Tradisi ini, lanjut Ketua Bapera Sultra ini, sudah lama diadakan di Kesultanan Buton dan tahun ini memulai dengan rangkaian sederhana. Namun, La Bakry berharap, hikmah dari acara tersebut bisa sampai kepada orang tua yang merasa mampu dan bisa dirasakan langsung anak-anak yatim piatu agar diberi umur panjang, rezki yang halal dan keteguhan iman.

Ketua DPD Partai Golkar Buton ini menambahkan, Pakande Ana-ana Maelu merupakan tradisi yang sangat mulia dan ini wajib dilaksanakan. Sehingga anak-anak yatim tidak merasa terabaikan dan mereka merasa diperhatikan. Ini merupakan tradisi yang harus kita pertahankan.

Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...