Nelayan Tradisional Demo di DPRD Buton

Nelayan tradisional saat berdialog dengan anggota DPRD Buton, Jumat 2 Maret 2018.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Ratusan kapal redi/kapal ikan yang kerap beroperasi di wilayah Kabupaten Buton dianggap telah merugikan para nelayan tradisional. Makanya, para nelayan yang ada di 10 desa melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Buton, Jumat 2 Maret 2018.

Salah seorang nelayan asal Desa Dogkala, Ansaruddin mengatakan, nelayan tradisional telah merugi akibat masuknya ratusan kapal tangkap ikan dari luar Kabupaten Buton. Apalagi kapal-kapal tersebut menggunakan alat penangkap yang lebih modern.

Seharusnya, lanjut Ansaruddin, kapal Redi tidak bisa melakukan penangkapan ikan pada jarak beberapa mil dari bibir pantai. Jarak itu merupakan wilayah untuk nelayan tradisional.

-Advertisement-

“Kalau diukur dari bibir pantai dengan Pasarwajo berbentuk teluk seperti huruf U, seharusnya kapal Redi tidak bisa beroperasi di wilayah ini. Untuk itu kami meminta agar kapal Redi dihentikan dulu,” ujarnya saat menyampaikan aspirasi di DPRD Buton.

Ansaruddin menegaskan, jika tuntutan mereka tidak ditanggapi, maka para nelayan akan melakukan aksi sendiri dengan turun ke lapangan. Pasalnya, para nelayan sangat terganggu dengan kehadiran kapal Redi karena telah merugikan nelayan tradisional.

“Kalau hanya kapal Redi lokal tidak apa-apa. Tapi banyak kapal di luar Sultra yang melakukan aktifitas di Buton seperti di Malaoge dan Lasalimu,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan nelayan asal Banabungi Ndalu. Menurut dia, kapal Redi yang beroperasi selama ini menangkap ikan meskipun berukuran kecil, sehingga sangat merugikan nelayan tradisional.

“Kami minta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) melakukan penindakan dan pengecekan langsung pada kapal Redi,” ujarnya.

Saat melakukan aksi unjuk rasa, para nelayan tradisional meminta kepada DKP agar melakukan koordinasi ke DKP Sultra untuk menanyakan legalitas kapal Redi yang selama ini beroperasi di Perairan Pasarwajo Kabupaten Buton.

“Kami minta agar kapal Redi yang gunakan pelingkar aktifitasnya dihentikan sementara sambil menunggu keputusan pemerintah. Bila perlu dihentikan selamanya,” kata salah seorang nelayan asal Desa Banabungi Kecamatan Pasarwajo, La Ndalo.

Reporter: Nia
Editor: Din

Facebook Comments