
Kendari, Inilahsultra.com – Pembangunan gedung baru kantor wali kota Kendari tahap pertama dengan anggaran kurang lebih Rp 57 miliar yang dikerjakan sejak Agustus 2019 akhirnya dihentikan sementara karena wabah Covid-19 atau Virus Corona.
Penundaan pembangunan sementara ini tak lepas dari bencana nasional Virus Corona melanda Kota Kendari. Untuk Anggarannya dialihkan penanganan virus corona yang semakin meluas di ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ini.
Proyek ini rencananya dikerjakan secara bertahap selama 3 tahun ini menelan anggaran Rp 250 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kendari.
“Semua pembangunan ditunda termasuk pembangunan kantor wali kota. Semua kita koreksi dan kita lihat tergantung dengan situasi untuk dilanjutkan, karena kita tidak tahu sampai kapan bencana ini berakhir,” kata Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, Kamis 30 April 2020.
Orang nomor satu di Kota Kendari menjelaskan, sudah jelas dana alokasi khusus (DAK) sudah dialihkan penanganan Covid-19, karena pemerintah pusat tegas tidak ada anggaran yang dikucurkan untuk daerah.
Kemudian, lanjut dia, beberapa sumber-sumber lain yang ditransfer dari pusat ke daerah semua dialihkan penanganan Covid-19.
“Berimbas dari anggaran-anggaran program yang sudah ditentukan akhirnya ditunda dulu dengan difokuskan penanganan Covid-19 yang kita belum tahu sampai kapan akan berakhir,” jelasnya.
Terkait pergeseran anggaran Rp 66 miliar untuk penanganan Covid-19, kata Sulkarnain, saat ini hanya dalam bentuk angka seolah-olah Pemkot Kendari sudah memiliki anggarannya padahal belum.
“Ini belum ada uangnya. Kita di Kota Kendari menyiapkan dan menggeser
Rp 66 miliar, tapi sekali lagi ini belum ada uangnya dan masih menunggu. Sekarang kita menggunakan dana yang stand by di kas daerah, kita kumpulkan satu persatu sehingga kita bisa laksanakan secara bertahap penanganan Covid-19,” jelas Sulkarnain.
Oleh karena itu, Sulkarnain meminta dukungan seluruh pihak khususnya masyarakat Kota Kendari bersama-sama melakukan pencegahan Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan dan jangan pandang remeh kasus ini, karena korban dan jumlah pasien terus bertambah.
DPRD, kata Sulkarnain, sangat mensuport langkah pemkot yang terus berusaha sekuat tenaga dengan kemampuan dimiliki dalam melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kota Kendari.
“Kita berdoa mudah-mudahan Covid ini tidak berlangsung lama, sampai dengan yang prediksi di Juni 2020 akan berakhir. Sehingga kita atur kembali program-program kegiatan kita dan melayani masyarakat,” tutupnya.
Penulis : Haerun




