
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Desa Sri Batara Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton, menggelar pesta panen, Bawona Tao. Seperti halnya tradisi di Buton, acara pesta adat ini diwarnai dengan pajangan kuliner khas Buton yang disajikan dalam talang.
Pesta panen Bawona Tao digelar masyarakat Desa Sri Batara sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan pada musim panen tahun ini.
“Selain itu Bawona Tao merupakan ungkapan bahagia masyarakat atas rezeki yang melimpah,” kata tokoh masyarakat Sri Batara, Dasman di Balai Desa Sri Batara, Kamis 12 Desember 2019.
Kata Dasmin, sebelum puncak acara Baona Tao digelar, masyarakat adat melaksanakan ritual Petambori. Dimana perangkat adat duduk bermusyawarah untuk menentukan waktu panen berikutnya.
Kemudian dilanjutkan dengan ritual Kolekole yaitu ritual menerawang antara jarak bulan, bintang dan matahari. Ritual ini untuk memastikan turunnya hujan.
Setelah itu ritual Timbesi, dilanjutkan dengan Lukani, membakar lahan di lokasi bercocok tanam.
Terakhir riual Pontasu yakni menanam. Sebagai puncak ritual itu, digelarlah Bawona Tao seraya memanjatkan doa-doa pada sang pencipta untuk keberhasilan panen berikutnya.
Bupati Buton La Bakry menegaskan, perangkat Desa Sri Batara perlu menyusun program prioritas sehubungan dengan pelaksanaan pesta panen yang digelar warga.
“Ini pertama kali digelar. Kedepan agar lebih meriah lagi, pemerintah desa dapat memprogram kegiatan ini sehingga masyarakat dapat merasakan kegiatan tersebut,” kata La Bakry.
Politikus Partai Golkar ini mengatakan, pembangunan di bidang budaya merupakan visi misi Pemkab Buton. Untuk itu pihaknya akan terus membantu warga dalam mengadakan sarana budaya sebagai tempat pelaksanaan kegiatan budaya.
“Pesta adat seperti ini merupakan perekat sosial dan silatutahmi antara warga dengan pemerintahnya, antara warga dengan tokoh-tokoh adat. Apalagi di abad milenium sekarang ini kemajuan global begitu pesat. Sehingga kita tidak boleh lupa akan budaya kita sebagai orang Buton,” kata La Bakry.
Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania




