Dua Kasus Meninggal Covid-19 dan Upaya Sulkarnain Larang Warga Keluar Rumah Tiga Hari

610
 

Kendari, Inilahsultra.com – Perkembangan kasus Covid-19 atau Virus Corona di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus meningkat.

Hal ini dibuktikan dengan data resmi Gugus Tugas Covid-19 Sultra, 11 April 2020 pukul 09.00 WITa merilis orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 74 kasus, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 43 kasus, pasien dalam pengawasan (PDP) 7 kasus dan pasien positif berjumlah 13 kasus.

- Advertisement -

Berdasarkan data tersebut, dari 17 Kabupaten Kota se-Sultra, Kota Kendari terbanyak kasus corona.

Dengan perkembangan ini, Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan Kota Kendari sebagai transmisi lokal penyebaran Virus Corona.

Di bawah Kendali Sulkarnain Kadir sebagai wali kota, Pemkot Kendari terus melakukan upaya untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kota Lulo, seperti pembagian masker kepada masyakat, penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum, imbuan setiap malam disampaikan melalui pengeras suara di dalam kota, dan beberapa usaha lainnya.

Tak puas dengan berapa usaha tersebut, Wali Kota Kendari mengeluarkan instruksi nomor : 443.1/1233/2020 tentang melakukan total aktivitas dalam rumah selama tiga hari (10-12 April 2020) dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Kendari

Dalam intruksi tersebut terdapat beberapa poin, yakni seluruh masyarakat Kota Kendari untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah selama 3 hari mulai tanggal 10 sampai 12 April 2020.

Kepada masyarakat Kota Kendari yang masih melakukan aktivitas di luar rumah akan dilakukan pengamanan oleh pihak TNI dan Kepolisian.

Kemudian, warga diminta selalu memperhatikan Physical dan Sosial Distancing selama berada di dalam rumah serta budayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan mencuci tangan dengan sabun serta memperhatikan etika ketika batuk dan bersin.

“Kita ingin meningkatkan pengawasan sekaligus menjaga keselamatan kepada masyarakat, dan kita harapkan pada tanggal selama tiga hari ini jadi momentum bagi kita semua untuk memutus mata rantai Covid-19,” kata Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir pada saat konferensi pers di Rujab Wali Kota, Rabu 8 April 2020.

Di hari pertama pemberlakuan instruksi tersebut, pada Jumat 10 April terlihat ampuh. Pasalnya, semua ruas jalan di dalam kota terlihat sepi, sejumlah toko terlihat tutup, dan beberapa pasar juga tutup meskipun diperbolehkan tetap buka.

“Saya mengapresiasi seluruh masyarakat Kota Kendari yang mematuhi dan mengikuti imbuan yang disampaikan pemerintah,” ujarnya.

Intruksi wali kota memasuki hari kedua, pada Sabtu 11 April dengan harapan pemerintah masyarakat tetap beraktivitas di rumah. Tapi di hari kedua ini menjadi kabar duka bagi pemerintah kota dan seluruh msyarakat. Pasalnya pasien Covid-19 asal Kota Kendari meninggal dunia.

Berdasarkan data resmi dari Gugus Tugas Covid-19 Sultra 2 pasien corona yang meninggal berasal dari Kota Kendari, 1 orang berstatus PDP dan 1 pasien yang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil swab labolatorium Makassar.

“Ada 2 yang meninggal, 1 orang bayi berusia 10 atau 11 bulan status PDP meninggsl sekitar jam 20.30. Dewasa jenis kelamin laki-laki usia 35 tahun terkonfirmasi positif, meninggal pada hari Sabtu 11 April 2020 sekitar jam 02.00 dini hari. kata Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sultra, dr. La Ode Rabiul Awal.

Bayi tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Bahteramas dengan gejala sesak napas, gangguan kesadaran dan demam.

“Berdasarkan hasil rontgen paru-paru bayi memiliki gejala pneumonia berat. Gejala seperti ini perlakuannya dengan penanganan Covid-19,” ujarnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra ini menjelaskan, bayi tersebut sudah beberapa kali dilakukan rapid test hasilnya negatif, dan kemudian dilakukan swab.

“Bayi ini dirapid tes beberapa kali, tapi kondisinya terus menurun dan memburuk. Kemarin diswab dan malam ternyata meninggal dunia. Kalau tidak salah hasilnya negatif,” tutupnya.

Kemudian, pasien positif Corona yang  di rayat di Rumah Sakit Bahteramas, jenis kelamin laki-laki usia 35 tahun terkonfirmasi positif juga meninggal dunia.

Untuk riwayatnya pasien tersebut yang meninggal ini melakukan cuci darah tiga kali seminggu di Rumah Sakit Santaana Kendari. Selain itu, pasien tersebut didiagnosa penyakit baru, yaitu batuk, influenza, dan sesak nafas.

Pada Selasa 7 April diswab dan sampelnya langsung dikirim ke Labolatorium Makassar. Kemudian, Jumat 10 April pasien dirujuk di Rumah Sakit Bahteramas sekitar Pukul  13.00 WITa. Dihari yang sama sekitar pukul 17.15 WITa pasien dimasukan ke ruang IGD Isolasi Covid,

“Karena pasien telah positif corona  berdasarkan hasil Swab dari Laboratorium makassar. Maka perlakuan jenazah corona ini dilakukan berdasarkan protokol kesehatan jenazah Covid-19,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...