Ketua Bem FITK UHO Dukung Bareskrim Polri Usut Tuntas Ilegal Mining di Sultra

656
 

Kendari, Inilahsultra.com – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian ( FITK ) Universitas Haluoleo, La Ode Muh Farhan mendukung Bareskrim Polri mengusut tuntas dugaan ilegal mining atau kejahatan pertambangan di Sultra.

Kata La Ode Muh Farhan, beberapa bulan lalu, alat berat dan lokasi PT Bososi yang bertempat di Kabupaten Konawe Utara (Konut) disegel oleh Bareskrim Polri dikarenakan diduga melakukan ilegal mining, karena wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP-nya) masuk dalam wilayah hutan lindung.

- Advertisement -

“Sudah semestinya kita mengapresiasi langkah Bareskrim Polri yang mempunyai tekad untuk memberantas ilegal mining di Sultra dalam menjaga kelestarian alam dari upaya pengrusakan secara terstruktur seperti ilegal mining,” ujar La Ode Muh Farhan, Selasa 12 Mei 2020.

Menurutnya, PT Bososi satu dari banyaknya tambang di Sultra yang diduga bermasalah, tetapi masih beroperasi. Sehingga, kata dia, ini harus menjadi atensi bagi Bareskrim Polri untuk menindak dan mengidentifikasi tambang yang merusak lingkungan serta merugikan negara.

“Sudah waktunya harus memperhatikan dan pastikan apakah dengan hadirnya tambang di Sultra dapat membawa kesejahterakan masyarakat dan dikelola dengan baik. Atau malah hanya menguruk sumber daya alamnya tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan kemaslahatan masyarakat,” jelasnya.

Bareskrim Polri, kata dia, harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di sektor tambang dan cara pengelolaannya para pelaku dari tindakan ilegal mining di Bumi Anoa.

“Supaya pertambangan tidak hanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan pribadi dan mengabaikan aturan dan pengelolaan pertambangan melalui mekanisme,” jelasnya.

Langkah awal Bareskrim Polri ini, kata dia, semoga dapat memotivasi seluruh stakeholder di Sultra agar lebih lihai dalam mengawasi tambang yang beroperasi.

“Semoga ke depan Bareskrim Polri dapat menjadikan PT. Bososi sebagai contoh dan sampel untuk menindak kasus ilegal mining lainnya di Sultra,” tutupnya.

Sebelumnya Mabes Polri melakukan penyegalan puluhan alat berat milik perusahaan tambang yang diduga menambang di kawasan hutan lindung pada Maret 2020.

Tujuh perusahaan tambang yang disegel adalah PT Bososi, PT Rockstone Mining Indonesia (RMI), PT Tambang Nikel Indonesia (TNI), PT Nuansa Prasasa Mandiri (NPM), PT Ampa, PT Pertambangan Nikel Nusantara (PNN), dan PT Jalumas.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...