Gubernur Ali Mazi Minta Pelantikan Sekda Tak Jadi Polemik

1067
 

Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi resmi melantik Nur Endang Abbas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra definitif, Senin 3 Juli 2020 di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra. Ia pun meminta agar pelantikan ini tidak dijadikan polemik.

Pengambilan sumpah jabatan Sekda Sultra ini berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 117/TPA Tahun 2020 tertanggal 17 Juli 2020 tentang pengangkatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulaweesi Tenggara.

- Advertisement -

Dalam sambutannya, Ali Mazi menyebut, proses ini telah sesuai dengan mekanisme serta prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Yaitu diawali dengan seleksi terbuka dan proses rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) serta penilaian akhir tim dari Kementerian Dalam Negeri yang kemudian ditetapkan oleh Presiden RI.

“Amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah melalui keputusan tersebut adalah berlaku final,” ungkap Ali Mazi dalam sambutannya.

Menurut Ali Mazi, salah satu hal yang perlu dipahami bersama bahwa terpilihnya Nur Endang Abbas menjadi Sekda Sultra dan menjadi jenderal ASN di lingkup Pemprov Sultra adalah merupakan perjalanan yang panjang dan cukup makan waktu menunggu kepastian dari pemerintah pusat.

“Dan ini semua sudah menjadi ridho dan ketetapan Allah SWT tuhan maha kuasa,” katanya.

Untuk itu, Ali Mazi meminta pelantikan Nur Endang Abbas sebagai sekda jangan dijadikan polemik dan yang terpenting dan utama adalah menyatukan langkah untuk bersama dan bersinergi menjalankan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakaat.

Sekda, lanjut Ali Mazi adalah jabatan staretgis yang tugasnya membantu kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam menjalankan kebijakan dan program yang telah ditetapkan.

Seorang sekretaris daerah pada tingkat provinsi memiliki peran yang vital dan merupakan figur penerjemah arah pemikiran gubernur dan wakil gubernur.

“Sehingga sekretaris daerah harus mampu memahami dengan cerdas politicall will kepala daerah,” tekannya.

Ali Mazi menyebut, harus disadari bahwa tantangan tugas-tugas Pemerintah Provinsi Sultra akan semakin berat terutama untuk memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat terlebih dalam rangka menghadapi masa kenormalan baru akibat pandemi covid-19 yang hingga kini belum juga berakihir.

“Hal tersebut sudah seharusnya juga menjadi perhatian serius bagi sekretaris daerah bahwa tugas dan kewajiban yang telah menantinya saat ini dan ke depan sangatlah berat dan kompleks,” katanya.

Ali Mazi juga menyebut, kata kunci dalam pengelolaan pemerintahan adalah harmonisasi dan sinergitas harus senantiasa terbangun dan terpelihara dengan baik dengan sesama unsur terkait agar dapat mendorong terwujudnya penyelenggaraan tugas-tugas birokrasi di lingkup Pemprov Sultra yang efektif, efisien, sehat dinamis dan responsif dalam melayani kepentingan masyarakat dengan senantiasa berada pada koridor ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...