Sempat Batuk dan Kejang-kejang, Seorang Pemulung di Kendari Meninggal Dunia

403
 

Kendari, Inilahsultra.com – Seorang pria paruh baya yang tinggal di Lorong samping Kantor BPK, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, tiba-tiba meninggal dunia usai batuk dan kejang-kejang, Minggu 16 Agustus 2020 sekira pukul 22.00 WITa.

Korban diketahui bernama Simon (51) ini berprofesi sebagai pemulung. Kepada istrinya, Sutina (60), suaminya itu sempat mengeluh sakit (perih) pada bagian dada.

- Advertisement -

Kepada Inilahsutra.com, Sutina menceritakan, malam tadi dirinya bersama suaminya makan malam. Setelah makan, suaminya mengaku capek karena sejak pagi hingga siang, bersama warga setempat ikut membantu memperbaiki jembatan depan lorong tersebut.

“Setelah kami makan, suami saya mengaku capek karena habis kerja jembatan di depan lorong, saya kasih tahu agar beristirahat di kamar,” ucap Sutina.

Kemudian, suaminya merebahkan badan di tempat tidur. Sementara Sutina beranjak dari kamar tidur untuk memadamkan lampu. Namun saat itu, suaminya tiba-tiba batuk dan kejang-kejang.

“Waktu kejang-kejang saya panik, saya lari keluar untuk memanggil tetangga rumah. Lalu, selang beberapa menit kemudian suami saya meninggal dunia,” terangnya.

Di tempat yang sama, tetangga korban, Edi (28) mengaku, dirinya sedang duduk-duduk. Tiba-tiba datang istri korban dan menyampaikan bahwa suaminya usai makan malam, batuk-batuk dan kejang-kejang.

“Mendengar itu kita takut juga, kita mau masuk dalam rumah kita takut, kita hanya berdiri di depan rumahnya,” ucapnya.

Sementara itu, rekan korban, Ndoti (49) menuturkan, Minggu 16 Agustus 2020 pagi, ia bersama korban dan warga setempat memperbaiki jembatan depan lorong. Setelah jembatan itu diperbaiki, semua pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.

“Setelah istirahat, saya keluar rumah sekira pukul 15.00 WITa. Saya mau pergi memulung. Sore itu juga korban keluar rumah, tetapi korban tidak memulung. Dia hanya liat-liat jembatan yang kita bikin. Saya bilang sama dia kita tinggal mi di sini, saya mau lanjut memulung,” katanya.

Bahkan di jembatan itu, sambung Ndoti, ia sempat bersenda gurau dengan Simpn. Ndoti bilang ke korban bahwa besok hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan ada upacara bendera 17 Agustus 2020.

“Korban tertawa di situ, sembari berkata kita kayak pegawai saja,” kenangnya.

Ndoti menambahkan, waktu kerja jembatan korban kelihatan sehat-sehat dan tidak pernah mengeluh sakit.

Pantauan media ini saat berada di lokasi kejadian, warga setempat geger karena saat korban masih hidup tidak kelihatan bahwa ia sedang sakit apalagi mengeluh sakit. Terlebih lagi, korban meninggal dengan gejala batuk dan kejang-kejang.

Tak lama kemudian, tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kendari datang dengan menggunakan mobil jenazah.

Tim Forensik menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sesuai standar penanganan Covid-19, sekira lima orang berpakaian APD masuk ke dalam rumah korban untuk memastikan penyebab kematian korban.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...