Ali Mazi Pastikan Pembangunan Tahap II RSK Jantung dan Pembuluh Darah segera Dimulai

319
 

Kendari, Inilahsultra.com – Perjalanan pembangunan infrastruktur Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi terus berlanjut. Sehari setelah menemani Presiden Joko Widodo meresmikan Jembatan Teluk Kendari, Ali Mazi langsung bertolak ke Jakarta, Jumat 23 Oktober 2020.

Di Gedung Sahid Sudirman Centre, Jakarta Pusat, tempat PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) berkantor, Ali Mazi melakukan pertemuan lanjutan dengan Edwin Syahruzad, Plt Direktur Utama PT SMI.

- Advertisement -

Ali Mazi melakukan pembicaraan intens mengenai pembiayaan daerah untuk infrastruktur Rumah Sakit Khusus (RSK) Jantung dan Pembuluh Darah di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Seusai pembicaraan, Ali Mazi dan Dirut SMI Edwin Syahruzad melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pinjaman Daerah dengan persetujuan pinjaman senilai Rp 388 miliar lebih, melalui fasilitas Dana Pengembangan Infrastruktur Daerah (RIDF).

Total pinjaman daerah bersifat aflopend (non revolving) tersebut, terbagi atas Rp 325 miliar lebih untuk konstruksi bangunan (tahap II) dan Rp 63 miliar lebih untuk pengadaan alat kesehatan, dengan jangka waktu pinjaman 60 bulan yang dihitung sejak tanggal penarikan pertama, termasuk grace period pokok pinjaman.

RIDF SMI memberikan pinjaman langsung dalam bentuk senior debt kepada pemerintah daerah yang mempunyai kapasitas fiskal dan kapasitas meminjam yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Hadir menyertai Gubernur Ali Mazi dalam Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pinjaman Daerah tersebut antara lain: lima pimpinan OPD terkait, jajaran TPAD Setprov Sultra, termasuk Sekda Sultra Nur Endang Abbas dan Kepala Bappeda Sultra Robert Maturbongs. Selain itu, ikut disaksikan Ketua dan Wakil Ketua serta Ketua Komisi DPRD Sultra.

Ali Mazi menyatakan, pencairan RIDF ini menandai segera dimulainya kembali pekerjaan konstruksi tahap II RSK Jantung dan Pembuluh Darah dengan target penyelesaian dua tahun.

β€œNamun lebih baik jika bisa diselesaikan dalam setahun, sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Ali Mazi.

Menurut Ali Mazi, rumah sakit khusus ini tidak saja akan bermanfaat bagi masyarakat Sultra, namun juga bisa menjadi fasilitas rujukan untuk penyakit jantung dan pembuluh darah, untuk kawasan Indonesia Tengah dan Timur. Dari sisi lainnya mampu menunjang Pendapatan Asli Daerah.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...