BKKBN Sultra Berharap Tim Advokasi Stunting Wakatobi Bisa Bekerja Maksimal

358
 

Wakatobi, Inilahsultra.com – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar soaialisasi promosi dan KIE pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK ) di Aula Villaa Nadila Kecamatan Wangiwangi Kabupaten Wakatobi, Jumat 27 November 2020.

Kepala Bidang Kependudukan Perwakilan BKKBN Sultra Mustakim mengatakan, belum lama ini jajaran Perwakilan BKKBN Sultra bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB)  Kabupaten Wakatobi melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu hamil dan pemilik anak Baduta yang terdampak stunting di beberapa kecamatan.

- Advertisement -

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak.</span;>

“Sosialisasi kepada ibu-ibu hamil dan pemilik anak Baduta, yaitu dua titik di Kecamatan Tomia, dua titik di Kecamatan Kaledupa, satu titik di Kecamatan Wangiwangi, dan satu titik di Kecamatan Wangiwangi Selatan,” rinci Mustakim.

Sosialisasi itu untuk menjelaskan tentang 1000 HPK. Sehingga Mustakim berharap, tim advokasi penangulangan stunting yang telah terbentuk di Wakatobi dapat bekerja maksimal.

“BKKBN Sultra bersama DPPKB Wakatobi bisa tetap bekerja sama untuk terus mengoptimalkan tim advokasi ini dalam merealisasikan program kerjanya,” pinta Mustakim.

Sekretariat Daerah (Sekda) Wakatobi Jumaddin mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi bersyukur dengan kegiatan yang digelar BKKBN Sultra. Pasalnya kegiatan itu mengajak seluruh lintas sektor untuk bersama-sama menanggulangi stunting di Kabupaten Wakatobi.

“Sebenarnya Pemerintah Kabupaten Wakatobi tidak menghendaki adanya anak-anak tumbuh stunting di daerah ini. Namun hasil survei menemukan adanya kasus tersebut di beberapa kecamatan. Tentu kita sebagai Abdi Negara dan masyarakat harus siap sekuat kemampuan kita mengurangi angka stunting dan menyetop kasus ini agar tidak ada lagi kasus baru,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi ini, diikuti oleh 30 peserta dari berbagai lintas sektor. Antara lain, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, Dinas Sosial, PKK, Dinas Tanaman Pangan, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Reporter: La Ode Samsuddin

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...