Netfid Sultra Harapkan Pilkada Berjalan Damai Tanpa Kecurangan

467
 

Kendari, Inilahsultra.com Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) Sulawesi Tenggara (Sultra) berharap pilkada 2020 berlangsung damai dan tanpa kecurangan di Bumi Anoa.

Bidang Hukum Netfid Sultra Rasid Ramadan menyatakan, perjalanan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) mendekati babak akhir. Tinggal hitungan jam saja. Jika merefleksikan sejak tahapan pendaftaran dan massa kampanye selama 70 hari, cukup melelahkan berbagai stakeholder, seperti KPU, Bawaslu dan aparat keamanan dalam mengawal pesta rakyat ini. Mereka terus berupaya menjalankan program sesuai tupoksi demi menyukseskan jalannya Pilkada.

- Advertisement -

Di jazirah Sulawesi Tenggara pada tahun ini akan menggelar Pilkada di 7 Daerah, yakni Kabupaten Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Muna, Buton Utara, Kolaka Timur dan Wakatobi.

Melihat kilas balik perjalanan Pilkada di 7 Kabupaten tersebut, yang kini waktu pencoblosan tinggal menghitung jam, Netfid Sultra sebagai salah satu lembaga pemantau pemilihan berharap bahwa Pilkada pada tujuh daerah itu berjalan dengan baik dan berkualitas.

“Terlepas dari fenomena pelaksanaan kampanye, kami berharap Pilkada bisa sukses dengan hasil yang jauh dari kecurangan,” kata Rasid Ramadan SH, Bidang Hukum Netfid Sultra, Senin 7 Desember 2020.

“Sejak kemarin, 6 Desember 2020 hingga 8 Desember besok, telah memasuki masa tenang. Semoga tidak ada gerakan-gerakan yang menciderai jalannya pilkada. Dan masyarakat tidak dibuat gaduh dengan gerakan-gerakan yang menciderai pesta demokrasi ini,” lanjutnya.

Rasid bilang, Netfid Sultra akan mengawal proses pilkada ini hingga babak akhir. Jika terjadi proses yang tidak sportif dari pihak-pihak  yang menginginkan Pilkada carut marut, Netfid bisa memberikan rekomendasi kepada bawaslu agar diproses sesuai aturan yang berlaku.

Dia menyebut, Netfid Sultra akan menurunkan relawan untuk memantau secara langsung pilkada di 7 daerah di Sultra. Ada tiga hal yang menjadi fokus pemantauan yaitu politik uang, intimidasi pemilih, dan keterlibatan ASN.

“Kami juga sudah memetakan titik kerawanan Pilkada, apalagi di masa tenang ini, beberapa hal yg menjadi fokus adalah wacana yang mengalir terkait politik uang. Ini kita akan kawal serius jika terjadi,” sebutnya.

Rasid berharap pilkada pada tujuh daerah bisa berkualitas dan berjalan dengan baik.

Penulis : Iqra

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Komentar
loading...