Oknum Dokter dan Dua Swasta Tersangka Suap Menyuap Pengadaan PCR di Sultra

Kejati Sultra menetapkan tiga tersangka kasus suap menyuap pengadaan alat PCR. (Onno)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan satu dokter dan dua penyedia jasa sebagai tersangka dalam kasus suap menyuap pengadaan polymerase chain reaction (PCR) dan reagens di Dinas Kesehatan Provinsi Sultra.

Pengadaan alat PCR ini merupakan anggaran tahun 2020 yang bersumber dari dana tidak terduga yang disiapkan pemerintah pusat sebagai dana safety penanganan pandemi covid-19.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sultra SB Siregar menyatakan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat adanya dugaan suap menyuap antara Technical Sales PT Genecraft Labs Imel Anitya dan Direktur PT Genecraft Labs Teddy Gunawan Joedistira kepada dokter AHA selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) di Dinas Kesehatan Provinsi Sultra.

“Setelah itu tim intelijen melakukan penyelidikan dan meminta klarifikasi kepada dokter AHA,” katanya, Selasa 26 Januari 2021.

Saat diperiksa jaksa, AHA mengakui telah menerima suap dari penyedia barang di Jakarta dan uang suap senilai Rp431 juta telah ditransfer di rekening pengusaha lokal di Kendari berinisial IW dan TL.

“Kebetulan, saat pemeriksaan AHA ini, IW baru saja mengambil uang tersebut. Kami kemudian meminta lewat AHA untuk membawa barang bukti itu di Kejati,” katanya.

Setelah itu, jaksa turut memeriksa kedua pengusaha dan menyita handphone serta uang diduga hasil suap tersebut. Di dalam pemeriksaan ini lah, jaksa kemudian mengetahui modus suap yang melibatkan pejabat di Dinkes Sultra dan pengusaha penyedia barang laboratorium di Jakarta.

“Jadi, modusnya AHA ini meminjam perusahaan IW dan rekeningnya untuk transfer uang. Ini seakan-akan transaksinya terkait bisnis. Ternyata ini adalah uang suap,” bebernya.

Ia menyebut, dari keterangan tersangka, uang suap itu merupakan hasil diskon kepada pejabat usai pengadaan alat tes covid selesai.

“Ada permainan pihak dinas dan penyedia barang. Uang pemberian suap Rp314 miliar dalam rangka pembelian alat PCR dan alat habis pakai reagens, total anggarannya Rp3,1 miliar,” katanya.

Sangkaan jaksa ini dikuatkan dengan pengakuan dokter dan pengusaha Kendari yang menjalani pemeriksaan termasuk hasil percakapan antara pengusaha di Jakarta dan tersangka.

Setelah mengamankan dokter AHA, jaksa kemudian bergerak ke Jakarta dan menangkap Technical Sales PT Genecraft Labs Imel Anitya dan Direktur PT Genecraft Labs Teddy Gunawan Joedistira pada Minggu (24/1).

Keduanya kemudian dibawa di Kendari untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dengan status tersangka.

Sejauh ini, lanjut Siregar, sebanyak 10 orang telah diperiksa termasuk mantan Plt Kepala Dinas Kesehatan Sultra MR selalu pihak yang bertanda tangan dalam kontrak kerjasama dengan PT Genecraft Labs.

Meski sudah menetapkan tersangka, jaksa tidak menahan ketiganya. Korps Adhyaksa ini berencana menitip ketiganya di rumah tahanan polisi.

“Karena kalau di rutan kondisi pandemi covid. Yang bisa ditahan di sana hanya tahanan putusan pengadilan,” tuturnya.

Atas perbuatannya, dua pihak swasta disangka melanggar Pasal 5 Ayat 1 Huruf a dan Pasal 5 Ayat 1 Huruf b junto Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara dokter AHA, disangka melanggar Pasal 11 dan 12 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...