Untuk Penataan Kawasan di Buteng, Pemprov Sultra Alokasikan Rp 5 Miliar

263
Bupati Buteng Samahuddin bersama Kadis Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra Fahri Yamsul saat meninjau kawasan Simpang Lima Labungkari, Senin 25 Januari 2021.

Labungkari, Inilahsultra.com – Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mendapat anggaran Rp 5 Miliar melalui Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sulawesi Tenggara (Sultra). Anggaran itu untuk melakukan penataan beberapa kawasan pada daerah yang dikenal dengan Negeri Seribu Gua tersebut.

Bupati Buteng Samahuddin mengatakan, anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra itu akan digunakan untuk penataan kawasan Simpang Lima Labungkari, Kawasan Gua Laumehe, Tanjung Buaya, pintu gerbang perbatasan Buteng-Muna, dan penataan kawasan kumuh.

- Advertisement -

Samahuddin mengaku bersyukur atas anggaran tersebut. Menurut dia, anggaran itu dikucurkan berkat koordinasi dan komunikasi yang baik antara Pemkab Buteng dan Pemprov Sultra.

Kata dia, anggaran tersebut sangat dibutuhkan untuk pembangun daerah. Apalagi APBD Buteng tidak cukup untuk pengembangan daerah.

“Penataan lima kawasan ini tentu juga tidak sepenuhnya ditangani Pemprov Sultra. Kita juga akan melakukan sharing dana untuk percepatan pembangunan. Artinya kita saling membantu,” ungkapnya.

Kata Ketua DPC PDIP Buteng ini, hanya beberapa daerah yang mendapakan item kegiatan tersebut. Diantaranya, Kabupaten Buton, Kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan (Busel), dan Kabupaten Buteng.

Sebelumnya, lanjut Samahuddin, beberapa kawasan sudah dikerjakan Pemprov Sultra. Seperti Tanjung Buaya, Pantai Mutiara, dan pintu gerbang perbatasan Buteng-Muna.

“Perubahannya semua sudah sangat luar biasa. Kita berharap kedepan, beberapa item pembangunan itu akan merangsang geliat pariwisata daerah terlebih ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra Fahri Yamsul menambahkan, kehadirannya di Buteng untuk melanjutkan beberapa pekerjaan yang telah dilakukan. Sehingga pembangunan yang dilakukan di Buteng akan lebih optimal.

“Hari ini kita datang untuk meninjau pekerjaan yang sebelumnya kita sudah kerjakan. Sekarang kita akan lanjutkan lagi dan ditambah beberapa item kita juga lanjutkan seperti penataan kawasan Simpang Lima dan kawasan kumuh,” katanya.

Anggaran untuk penataan kawasan ini, diakui Fahri, tidak cukup besar. Sebab terkendala recofusing anggaran penanganan Covid-19.

“Total keseluruhan anggaran kita siapkan Rp 5 miliar, tapi nanti bertahap dikondisikan dengan kemampuan keuangan provinsi. Jadi Rp 5 Miliar itu belum pasti akan digunakan semua atau tidak, nanti dilihat urgensinya,” paparnya.

Fahri mengaku, setelah kembali dari Buteng grand desain kawasan akan dibuat. Sehingga akan dilelang pada tahun 2021 ini untuk mempercepat penataan demi mendukung infrastruktur pembangunan daerah dan penunjang objek wisata.

Reporter: LM Arianto

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...