Pemprov Sultra Ikut Rakor Pencabutan PPKM

Pj Sekda Sultra Asrun Lio mengikuti Rakor Pencabutan PPKM bersama Kemendagri melalui zoom metting dari Rujab Gubernur Sultra, Senin 2 Januari 2023.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti zoom meeting Rapat Koordinasi (Rakor) Pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersama Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) dari Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Senin 2 Januari 2023.

Hadir secara Virtual Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Sekretaris Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan para gubernur dan wakil gubernur yang sempat hadir secara daring.

-Advertisement-

Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra Asrun Lio didampingi Kadis Kesehatan Putu Agustin Kusumawati, Kadis Kominfo Sultra Ridwan Badallah dan Kepala Biro Perekonomian Setprov Sultra Hj. Usnia mengikuti Rakor tersebut.

Dalam paparannya, Menko Kemaritiman dan Investasi menayangkan 5 (lima) arah kebijakan, yaitu; Pertama, pemerintah memutuskan untuk menghentikan kebijakan pembatalan kegiatan masyarakat. Penghentian ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan, di antaranya situasi pandemi Covid-19 yang terkendali, tingkat imunitas yang tinggi di masyarakat, kesiapan kapasitas kesehatan yang lebih baik, dan pemulihan ekonomi yang berjalan cepat.

Kedua, monitoring terhadap kasus tetap dilaksanakan dan vaksinasi booster tetap di dorong, kemudian peran masyarakat terus didorong untuk tetap menjaga penerapan protokol kesehatan.

Ketiga, Pemberian Bansos tetap diberikan untuk menjaga proses pemulihan ekonomi yang telah berjalan cepat.

Keempat, Kebijakan yang terintegrasi antara berbagai elemen: Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Tenaga Kesehatan dan pihak-pihak yang lain. Keberhasilan juga berasal dari kerja yang berbasis data, ilmu pengetahuan, dan menggunakan teknologi.

Kelima, Keberhasilan pengendalian pandemi Covid-19 yang menunjukkan Indonesia adalah bangsa besar dan mampu mengatasi permasalahan paling kompleks sekalipun.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan, penghentian PPKM tidak sama dengan pencabutan status pandemi. Arahan Presiden Joko Widodo pada 30 Desember 2022 secara resmi mengumumkan PPKM telah dicabut namun, status pandemi di Indonesia tidak dicabut dan Covid-19 dinyatakan pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Pencabutan PPKM dilandasi oleh:
1). Tingginya cakupan dan level imunitas penduduk dan 2). Tersedianya intervensi medis sebagai pengganti intervensi Non-Medis.

Strategi transisi pandemi menjadi Endemi perlu dilakukan secara bertahap dengan menurunkan invervensi pemerintah dan meningkatkan partisipasi masyarakat, pencabutan PPKM dapat dilakukan dengan dasar tinggnya imunitas penduduk dan tersedianya intervensi medis, status kedaruratan kesehatan (Kepres 11/12/2020) tetap dipertahankan, mengikuti Status PHEIC WHO, masyarakat tetap dianjurkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan (kehati-hatian menggunakan masker, rajin mencuci tangan, test mandiri dan Vaksinasi Booster).

Peran penting Kepala Daerah, yaitu
1. Melakukan pembinaan dan pengawasan secara ketat terhadap pencegahan dan pengendalian Covid-19 di wilayahnya masing-masing.
2. Mencabut Peraturan Daerah, Peraturan Kepala Daerah dan ketentuan/kebijakan lain yang memberikan sanksi.
3. Mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Daerah dalam rangka melakukan monitoring, pengawasan, dan mencermati perkembangan angka Covid-19.
4. Rekomendasi izin keramaian dengan sangat selektif terhadap setiap bentuk aktivitas/kegiatan masyarakat yang dapat menimbulkan kerumunan dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.
5. Ketersediaan alokasi anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan
6. Melaporkan penanganan, pencegahan dan pengendalian Covid-19 di wilayah masing-masing.

Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo mengatakan, bahwa langkah tindak lanjut pengendalian inflasi daerah yaitu pertama Pemda agar berkoordinasi dengan BPS setempat untuk mengetahui perkembangan inflasi bulan Desember dan tahunan yang akan diumumkan pada 2 Januari 2023 oleh BPS pukul 11.00 WIB.

Kemudian, melanjutkan 6 (enam) upaya konkrit dalam pengendalian inflasi terutama dukungan APBD dalam penanganan inflasi daerah,  menjadikan pengendalian inflasi menjadi prioritas daerah, dan mengoptimalkan tugas-tugas TPID dan satgas Pangan serta berkoordinasi dengan Kejaksaan, Kepolisian dan TNI dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok komoditas. (B)

Reporter: Iqra Yudha

Facebook Comments